Mengapa agama Islam diturunkan di Makkah dan bukan daerah lainnya ?

Ayodibaca Tentu banyak pelajaran yang bisa direnungkan sekaligus dipetik dari ketetapan Allah SWT. Termasuk dalam jejak Islamisasi di Mekkah, mengapa Islam diturunkan di Mekkah dan bukan daerah lain?

Pakar Alquran KH Ahsin Sakho Muhammad memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Dikatakannya, tujuan Islam dalam penjelasan di sini adalah Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi renungan bersama. Dalam hal ini ada wilayah yang menyangkut tauhid. Sebelum zaman Nabi Muhammad, para nabi adalah dari bani Israel,” kata juru kunci Dar Pesantren Al-Qur'an, Kebon Baru, Arjawinangun, Cirebon, dikutip dari kanal Youtube Ahsin Sakho Center, Senin (14/11/2022).


Para nabi bani Israil adalah keturunan Nabi Ishak. Di antaranya Yakub, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa. Berdasarkan Alquran, Bani Israil tidak mau bersyukur kepada Allah SWT yang telah mengutus banyak nabi kepada umatnya.

Mereka justru melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan enggan bersyukur, bahkan membunuh nabi mereka sendiri, seperti Nabi Sya'ya, Nabi Zakaria, dan Nabi Yahya. Nabi Isa ingin dibunuh oleh Bani Israil, namun tidak berhasil.

Allah SWT, jelas Kiai Ahsin, telah memberikan kesempatan kepada Bani Israil untuk kembali ke jalan yang benar, namun mereka tidak melakukannya. Oleh karena itu, Allah SWT hendak memindahkan kenabian kepada keturunan Nabi Ismail yang tidak lain adalah saudara Nabi Ishak dari ayah yang satu (Nabi Ibrahim) ke ibu yang lain.

Kiai Ahsin melanjutkan, faktor lain dipilihnya Mekkah sebagai tempat diturunkannya Islam kemungkinan karena Mekkah saat itu merupakan daerah yang sangat tandus. Allah SWT menurunkan Islam di Mekkah untuk merepresentasikan bahwa meskipun diturunkan di tempat yang kering, Islam dapat menciptakan peradaban.

Dahulu, Nabi Ibrahim melakukan dakwahnya di kota Ur (sekarang Irak), namun kota itu tidak subur untuk kegiatan tauhid. Berbeda dengan Mekkah yang meski daerahnya gersang, Islam bisa berkembang dengan aktivitas tauhidnya.

Allah SWT tidak menghendaki peradaban Islam menumpang pada peradaban yang sudah ada. Jika Islam diturunkan di Persia, berarti Islam menunggang peradaban Persia. Begitu pun jika Islam diturunkan di Roma. Namun, Islam dimulai di Mekah, yang artinya dimulai dari nol.

Dengan berpindahnya kenabian ini, menurut Kiai Ahsin, Allah SWT menginginkan Nabi Ismail menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar agar bisa berkeluarga dengan istri yang berasal dari suku Jurhum.

Dari persilangan antara Nabi Ismail dengan wanita suku Jurhum ini, muncullah bangsa Arab muta'aarib, yakni bangsa Arab campuran. Bangsa campuran Arab itu menghasilkan keturunan hingga Adnan, kakek Nabi Muhammad selama beberapa generasi
 
Ayodibaca | Sumber:  https://www.republika.co.id/berita/rm2h0g320/mengapa-allah-swt-memilih-makkah-sebagai-tempat-penyebaran-risalah-islam
Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1

Middle Ads 2

Bottom Ads