Banyak Kesamaan, Ternyata Ini Bedanya Sakit Maag dan GERD

Ayodibaca Ternyata Ini Beda Maag dan GERD, Hingga 3 Cara Mengobati Asam Lambung

Maag atau dalam bahasa medis dikenal dengan gastritis adalah peradangan, iritasi, atau pengikisan yang terjadi pada lapisan lambung. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau kronis.

Sedangkan GERD merupakan penyakit saluran pencernaan bagian atas yang terjadi akibat asam lambung dengan tingkat keasaman tinggi naik ke kerongkongan.


Penyakit ini memiliki kesamaan yang sering diabaikan oleh penderitanya.

Untuk mendiagnosis GERD dan tukak lambung, salah satu caranya adalah melalui endoskopi.

Endoskopi adalah teknik pemeriksaan dengan menggunakan kamera yang dihubungkan dengan semacam tabung dan dimasukkan dari mulut ke lambung dan saluran pencernaan. Di sinilah kita bisa melihat perbedaan antara GERD dan maag.

Pemeriksaan endoskopi dapat digunakan untuk mengetahui adanya kerusakan lambung, tumor, peradangan, atau luka pada lambung. Pada tukak lambung akut, hasil endoskopi menunjukkan hiperemia atau kemerahan pada jaringan mukosa lambung disertai beberapa luka kecil.

Sedangkan pada maag kronis, jaringan mukosa lambung terlihat mengecil. Pada jaringan mukosa lambung sering terlihat tanda-tanda keganasan.

Sedangkan pada penderita GERD, hasil endoskopi dapat normal atau terkadang dapat ditemukan radang kerongkongan.

Berikut perbedaan GERD dan maag:

Perbedaan dari Gejala Samping


Ada perbedaan antara GERD dan maag dari gejalanya. Pada GERD biasanya disertai dengan keluhan dada terasa panas (heartburn) akibat cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan.

Selain itu, penderita GERD sering mengeluhkan rasa asam di mulut, bau mulut, nyeri dada, sulit menelan, dan sesak napas.

Perbedaan dari Sisi Penyebab


Perbedaan antara GERD dan maag juga berasal dari penyebabnya. Penyebab maag bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, stres, penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin atau obat antiradang, infeksi bakteri, dan sebagainya.

Sedangkan penyebab GERD dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan, hernia hiatus, merokok, konsumsi alkohol, kehamilan, atau konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat penghilang rasa sakit atau antidepresan.

Berikut adalah Makanan untuk mengobati Asam Lambung

1. Konsumsi air kanji


Air kanji adalah air hasil rendaman beras.

menurut dr. Zaidul Akbar, air tajin baik untuk menyeimbangkan bakteri bagi sistem pencernaan hingga asam lambung.

Beras yang dianjurkan untuk pembuatan air kanji adalah beras dengan pestisida, namun beras organik adalah beras merah, beras merah dan beras hitam.

“Minum 2 kali sehari pagi dan malam sebelum tidur, mungkin segelas 300 mililiter ditambah sedikit madu dan sedikit garam,” kata dr Zaidul Akbar.

2. Konsumsi minuman herbal


Minuman herbal yang disarankan oleh dr. Zaidul Akbar terbuat dari jahe, serai dan pandan.

“Jahe, serai dan pandan itu bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan keseimbangan asam lambung,” jelas dr Zaidul Akbar.

Cara membuat minuman herbal ini cukup mudah yaitu siapkan jahe sebesar 1 ibu jari orang dewasa, serai sebesar 1 jari telunjuk dan daun pandan secukupnya.

Kemudian iris tipis jahe, serai dan daun pandan lalu campurkan bahan tersebut lalu tuang air panas ke dalamnya.

“Tunggu sebentar sampai harum, lalu tambahkan garam sedikit demi sedikit lalu konsumsi 2 kali sehari juga bagus,” kata dr Zaidul Akbar.

3. Konsumsi probiotik


Probiotik dapat mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam perut.

Hal ini dapat mengatasi penyakit asam lambung.

“Bisa didapat, yaitu mengembalikan keseimbangan bakteri di perut,” ujarnya

Ayodibaca | Sumber: https://www.msn.com/id-id/berita/other/ternyata-ini-perbedaan-maag-dan-gerd-hingga-3-metode-mengobati-asam-lambung/ar-AA14XuKR?ocid=msedgdhp&pc=U531&cvid=9254ed390b3e472ab8e576c010601279
Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1

Middle Ads 2

Bottom Ads