Pengertian dan Manfaat Senyum Untuk Psikis dan Kesehatan

Ayodibaca Senyum adalah sarana untuk berteman dan bekerja sama dengan orang lain. Maryanto (2010) mengungkapkan bahwa senyuman juga penting untuk dijadikan budaya organisasi dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif. Senyum tidak membutuhkan biaya sepeser pun, tetapi memiliki dampak yang luar biasa. Orang yang memberi senyuman tidak akan menjadi miskin, tetapi akan menambah kekayaan orang yang mendapatkannya. Sebuah senyuman juga tidak memakan waktu lama, namun tetap tersimpan dalam ingatan hingga akhir hayat. Kaya atau miskin tetap tersenyum.



A. Definisi Senyum

Depdiknas (2001) mendefinisikan senyum sebagai gerak tawa ekspresif yang tidak mengeluarkan suara untuk mengungkapkan perasaan senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan sedikit melebarkan bibir. Senyum adalah ekspresi wajah yang terbentuk dari tarikan otot, terutama otot di ujung mulut. Tersenyum adalah perilaku yang sangat menyenangkan. Orang yang tersenyum memancarkan perasaan dan perilaku positif, keramahan, kegembiraan, kesopanan, dan rasa hormat. Senyum tidak hanya menentukan ekspresi wajah, tetapi juga membuat otak memproduksi endorfin. Hormon ini menurut ilmu kedokteran dapat mengurangi rasa sakit secara fisik dan psikis.

Dilihat dari segi psikologis, senyuman memiliki dampak positif bagi pelakunya. Tersenyum dapat menurunkan tingkat stres, meningkatkan kekebalan psikologis, memicu perasaan optimis, dan dapat meningkatkan hubungan baik dengan orang lain. Dengan senyuman, sesuatu yang sulit akan terasa lebih ringan. Dari segi sosial, untuk membantu menciptakan hubungan sosial yang positif, seseorang perlu memiliki beberapa kemampuan, yaitu: tersenyum, mau mendengarkan, berempati, peka, peduli, pandai memilih kata-kata bijak, dan mengambil tindakan. Senyuman bisa menjadi sarana silaturrahmi dan dari segi agama senyum itu patut disembah karena dianggap memiliki kesamaan dengan sedekah. Orang dianggap beramal hanya dengan tersenyum pada orang lain. Senyum sebagai ajang untuk berlomba dalam kebaikan. Seperti “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Tentu saja senyum yang dimaksud adalah senyum yang tulus dan murni. Karena pada kenyataannya ada berbagai macam senyum yang dianggap kurang baik seperti senyum sinis, senyum mengejek, senyum terpaksa dan senyum merona.

B. Manfaat Senyum


1. Senyum membuat Anda awet muda


Senyum dapat meregangkan kulit wajah dan membuat seseorang terlihat lebih muda. Otot-otot yang digunakan untuk tersenyum berkontribusi membuat seseorang terlihat lebih muda. Tersenyumlah sepanjang hari, Anda akan terlihat lebih muda dan merasa lebih baik.

2. Tersenyum dapat mengurangi stres


Stres sebenarnya bisa muncul di wajah. Tersenyum membantu mencegah kesan bahwa seseorang benar-benar lelah. Jika seseorang yang sedang stres mencoba untuk tersenyum, maka stresnya akan berkurang dan mereka akan merasa lebih baik untuk mengambil langkah selanjutnya.

3. Senyum mengubah suasana hati


Ketika seseorang merasa down atau down cobalah untuk tersenyum. Mungkin mood akan berubah menjadi lebih baik.

4. Tersenyum dapat merangsang orang lain untuk tersenyum


Ketika seseorang tersenyum, senyum itu akan membuat suasana menjadi lebih cerah, mengubah suasana hati orang lain di sekitarnya dan membuat semua orang bahagia. Orang yang suka tersenyum membawa kebahagiaan bagi orang-orang di sekitarnya. Seseorang yang sering tersenyum akan disukai oleh teman-temannya.

5. Senyum menurunkan tekanan darah


Saat Anda tersenyum, tekanan darah Anda akan turun dengan sendirinya. Saat marah akan meningkatkan tekanan darah.

6. Tersenyum melepaskan endorfin dan serotonin.


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tersenyum dapat merangsang pelepasan endorfin dan serotonin. Endorfin adalah pereda nyeri alami, sedangkan serotonin adalah hormon yang mengontrol suasana hati seseorang.

7. Tersenyum meningkatkan sistem kekebalan tubuh


Saat Anda tersenyum, fungsi kekebalan tubuh Anda meningkatkan peluang untuk lebih rileks sehingga Anda dapat bekerja dengan baik.

Jadi, jika Anda menginginkan tubuh yang bugar, mendapatkan pahala yang bernilai sedekah, dan ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang-orang di sekitar Anda, maka tersenyumlah. Ketidakmampuan seseorang untuk menerima keadaan dan selalu berpikir negatif menjadi faktor penyebab sulitnya tersenyum. Maka lahirlah pepatah "Jangan marah nanti kamu tua".

Referensi :

Menteri Pendidikan. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi 3 . Jakarta: Balai Pustaka.

Maryanto. (2010). Keterampilan interpersonal untuk mencapai kesuksesan. Magelang : Pusdiklat Utama Widyiswara, BPPK, Kementerian Keuangan

Ayodibaca | Sumber: 
Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1

Middle Ads 2

Bottom Ads