Teknologi yang Baik itu yang Bermanfaat dan Bisa Digunakan

 Mungkin sekitar 10 tahun atau lebih, saya kurang ingat pastinya. Yang jelas saat itu saya sedang mengisi Workshop tentang pemanfaatan IT untuk Sekolah. Ada salah satu guru yang ngajak saya ngobrol diwaktu istirahat. Beliau dengan bersemangat menunjukkan file Powerpoint yang dipakainya untuk mengajar. Jadi disesi selanjutnya saya paparkan file itu sebagai contoh untuk guru2 yang lain. Ada teman yang menyeletuk, "Lha itu presentasinya biasa2 aja, gambarnya ga proporsional, asal taruh". 

Saya bilang, jangan dinilai dari tampilannya. Ini yang bikin adalah Guru di kabupaten, masuk ke desa, lanjut lagi ke dusun. Jangankan internet, sinyal GSM aja ga masuk, listrik byarpet. File itu digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara kerja internet ke murid-muridnya yang ga tahu sama sekali apa itu internet. Beliau tidak bisa bikin aplikasi karena tidak bisa coding, jadi usaha maksimalnya adalah memanfaatkan Powerpoint sebisanya. Itu hal yang luar biasa, semangatnya untuk menyalurkan ilmu sesuai kemampuannya.


Dilain waktu saya dihubungi teman di dinas, katanya ada konsultan dari Jakarta ingin memasang aplikasi. Saya diminta menemani karena dia ga seberapa paham IT, takutnya kalo ada pertanyaan dari orang konsultannya ga bisa jawab. Oke, saya ikut. Ternyata kegiatannya adalah install aplikasi dan pemasangan alat ke kantor di desa-desa. Desa pertama dan kedua ada di Kota Kabupaten, begitu menginjak desa ketiga mulai kebingungan. Internet ga ada. Desa keempat, sinyal GSM yang ga ada. Desa kelima ga jadi diteruskan karena masuk ke pedalaman. 

Kami menggunakan mobil dobel gardan untuk persiapan kesana, tapi urung dilakukan. Jadi si Teknisi mengeluh, aplikasinya ini full online, bekerja secara realtime transfer data dari kantor ke pusat kabupaten. Kalo tidak ada internet? Ya ga jalan. Saya tanya, apa ga disurvey dulu. Dibilang enggak karena bayangannya bisa dijangkau oleh jaringan seluler. Dalam hati saya "Waduh, ini Kalimantan Bung, coverage area selulernya terbatas". Jangankan di pedalaman, di jalan Transkalimantan antara Kab Pulang pisau ke Palangka aja blank spot dan di daerah Kab Balangan ke arah Kab Tabalong juga blank spot. Waktu itu masih 3G lagi.

Nah ini contoh-contoh bahwa teknologi itu harus diterapkan tepat guna, jangan dilihat asal canggih semata. Percuma canggih-canggih kalo cuma jadi pajangan saat peresmian dan selebihnya mangkrak.

Bagikan:

Posting Komentar

Top Ads

Middle Ads 1

Middle Ads 2

Bottom Ads