Keluh Kesah Mahasiswa Informatika Yang Resah Tidak Menguasai Ilmu Di Bidangnya

Sebelumnya perkenalkan dulu, saya adalah mahasiswa jurusan IT disalah satu kampus medioker ditangerang.

Semakin meningkatnya semester, saya semakin resah karena saya merasa tidak menguasai ilmu dibidang ini, bukannya menguasai aplikasi c++, mysql, netbeans, phpmyadmin, dll, tetapi malah snipping tool dan paint menjadi starter pack saya dikala deadline mepet, rasanya ingin berhenti kuliah saja dan kembali ke pekerjaan saya sebagai karyawan pabrik dengan gaji berkisar 5-8 juta, ya tentu saja, itu adalah pabrik makanan dgn jumlah lemburan paling banyak dikota saya, saya bisa masuk dengan mudah karena ada koneksi orang dalam, tak apa membayar adm kisaran 3 juta, toh satu bulan kerja bisa balik modal.



Tapi itu dulu, sekarang saya hanya seorang driver online + mahasiswa reguler pagi, kalian tau mana yg lebih menyedihkan, menjadi driver online atau mahasiswa? Ya tentu, Mahasiswa!!, silahkan masuk grup khusus driver online, lihat penghasilan mereka, dan saya sudah mencoba beberapa kali bekerja parttime dimall, resto, kurir freelance, dan yg benar-benar mencukupi serta waktunya fleksibel hanyalah driver online.

Bayang-bayang akan menjadi apa jika saya lulus sarjana IT tetapi tidak bisa coding dan membuat aplikasi benar-benar menghantui saya setiap saat, ini tidak bisa lagi disebut overthinking atau insecure karna point utamanya adalah "tidak bisa coding" adalah cacat (bagi anak IT).

Beberapa hal yang masih membuat saya bertahan :

1. Sudah nanggung untuk keluar, terlalu banyak waktu dan biaya yang dihabiskan

2. Dukungan dari orang tua, mereka yakin saya akan sukses

3. Banyak teman sekelas yang sama seperti saya

4. Pendidikan indonesia itu bobrok, khususnya yg saya bahas disini adalah kampus medioker

Tidak ada satupun senior saya yang menjawab "kampus/kuliah" ketika saya tanya

"Bisa jago coding, belajar darimana? "

Dan jawaban mereka antara 3, kursus, pekerjaan, atau otodidak

Jika setelah lulus sarjana saya tidak bisa menjadi seorang programmer atau bekerja dibidang IT, harapan saya, minimal saya akan menjadi guru IT hahaha, bahaya bukan ketika seseorang yg bahkan tidak menguasai IT malah menjadi seorang pengajar IT, mau jadi apa siswa/mahasiswanya, ya itulah sisklus bobrok yang saya bahas di nomor 4, semoga kalian paham. 

Sesuai hastag ya kak

Hanya sekedar keluh-kesah,  true or false, sesuai dengan pengalaman masing-masing.

sumber : https://www.facebook.com/groups/120937314649603/posts/4555732484503375/ 


Tanggapan :


Umumnya Mahasiswa berfikir seperti ini memang, kuliah, dapat ilmu, lulus langsung kerja dengan gaji yang bagus. Bangun woy...!!!

Data menunjukkan tingkat pengangguran terbuka semakin tahun semakin naik dan lulusan sarjana turut mendominasi. Pertanyaannya mengapa? 

Salah satunya adalah karena Mahasiswa sekarang banyak yang kurang semangat belajar. Mentang2 orang tua yang bayarin kuliah dan kasih uang saku, kemudian terlalu pede bahwa lulus langsung kerja. Mereka enggan mencari ilmu dan pengalaman diluar Kampus. Pokoknya apa yang diajarkan Dosen, itulah yang dipelajari, oprek2 hal lain ga mau dan dianggap buang2 waktu, lebih baik kongkow dengan teman2 atau pacaran. Jika kemudian ilmu yang didapat di kampus ternyata kurang dalam bersaing di dunia kerja, yang disalahkan kampusnya, dosennya, HRD perusahaan yang ditujunya, dan semua orang di dunia ini kecuali dirinya sendiri. 

Di beberapa daerah, lulus kuliah tujuannya hanya mengejar rekrutmen PNS saja. Jika gagal, coba lagi tahun depan, begitu terus tidak peduli mau nganggur karena mencoba berkali2 itu. Disisi lain, Lulusan Sarjana cenderung manja. Tidak mau kerja kalo tidak linier dengan jurusan yang diambilnya dan gajinya harus sesuai standar mereka. Ini belum lagi ditambah Attitude yang buruk. Softskill nya amburadul.

Sebenarnya Pemerintah, Dunia Pendidikan, dan Dunia Industri sudah banyak melakukan perubahan2 untuk saling bersinergi. Tapi ini tidak mudah. Dunia Pendidikan dan Dunia Industri itu saling bertolak belakang meskipun saling membutuhkan. Tidak mudah menyatukan dalam kerjasama linier. Ada kompromi dan pasti ada kekurangan disana sini. Industri itu pragmatis, situ ga bisa kerja, out! sementara Pendidikan itu idealis. Mau sebego apa mahasiswanya, pasti akan terus diajarin oleh Dosennya. Industri mau rekrut karyawan sesuai dengan kemampuannya, mau lulusan apa juga ga masalah. Kalaupun awalnya sesuai dengan bidang kuliah, nanti di pekerjaan bisa dipindah2 ke bidang lain. Dan karyawan harus siap untuk dimutasi. Pola pikir mahasiswa yang hanya mau kerja sesuai dengan jurusan kuliahnya akan menjebak karir mereka mentok disitu2 aja, untung kalo tidak di PHK. 

Maka yang menentukan sukses atau tidaknya karir mu ya tergantung usahamu sendiri. Yang pilih jurusan situ, yang belajar situ, yang mau kerja situ. Hidup ini semua adalah pilihan, kadang baik, kadang buruk, kadang nyaman, tak jarang juga nyungsep berkali2. Nikmati aja.

#opiniwarungkopi


EmoticonEmoticon