Kisah Lucu Persahabatan Pemuda Aswaja dan Wahabi


 Wkwkwkk ngakak liat postingan ini. Ada2 aja ide buat ngelawak.


Kemarin pas jadi petugas haji, kebetulan satu tim dan satu kamar tinggal dengan mahasiswa UIM(universitas islam madinah), yang pasti dia bermazhab wahabi. Tapi ya biasa aja. Seperti umumnya wahabi yang jadi temanku, koplak ya koplak, ramah ya ramah, canda ya canda, tapi tetap aja kami beda mazhab dan manhaj wkwkwkwk. Trus kenapa? Masak beda mazhab aja harus jadi ajang permusuhan, beda agama aja biasa aja.

Kami biasa aja becanda bawa2 mazhab, bahkan kami saling manggil "oi, wahabi" dia balas "ah aswaja ini". Kadang kalau ane baru pulang tugas dia masih tidur karena kecapekan kerja dan belum shalat banguninnya "bangun oi, jadi wahabi telat2 solatnya ya" dia juga pulang kerja, kalau ane belum salat jamaah krn bablas kecapekan tidur, dia bangunin "oi jomblo asyari bangun, jadi aswaja gak solat jamaah lagi sekarang ya". Tentu semua dengan nada happy dan becanda.

Kadang-kadang kalau ada kawan sekamar lain yang nanya tentang hukum kebetulan kami bedua ada disitu, kalau ane yang jawab ane candai "gak perlu dalil kan?", dia paling juga ngakak, kalau dia yamg jawab dia juga candain "ini baru sunnah bro, gak bid'ah", semuanya biasa ketawa aja, gak ada yang sensi. Atau pas mau baca hizb "bro guwa mau ngelakuin bid'ah hasanah dulu ya", paling dia balas becanda "ya allah kawan saya ini uda ahlul bid'ah jomblo lagi", paling tak jawab becanda juga "bid'ah hasanah bro", biasa lah becanda seperti itu, beda pendapat biasa aja, beda mazhab biasa aja, beda agama juga biasa aja.

Namanya aja teman, perbedaan itu harusnya dijadiin bahan candaan, bukan bahan bertengkar, jadi biasa aja kalau dia nganggap yg ane lakuin bid'ah, lah pemahaman istilah aja beda, ngapain ane harus sensi? apalagi dia ngomong itu di pengajian dg kelompok dia sendiri. Itukan urusan dia. Ane juga nganggap dia salah dalam banyak hal. Biasa aja lah. Masak kita baru mau bekawan kalau gak beda sama sekali atau yang satu pikiran aja. Jadi beda mazhab, bahkan beda agama sekalipun ya biasa aja, apalagi cuma beda pilihan capres. Entah kenapa kalau didumay ane perhatikan kayak perbedaan pendapat itu kayaknya harus musuhan. Apa efek abis baca buku tentang mempertahankan satu pemdapat atau malah artikel lalu langsung ngajak duel orang y? Tapi aku yakin ini cuma dimedsos, masak iya ketemu kawan lama yang beda manhaj lalu berantem dan saling ngomongin dibelakang kok aneh Hahahah. Kita share berita politik aja, ad yang nanggapin dengan spaneng tinggi dan kekesalan, tapi mungkin karena belum kenal kali ya.

Itu cerita dengan teman wahabi, lain kali kita ceritakan sama yang syiah, banyak la candaan sama mereka bro. Atau malah cerita ama yang nonmuslim sekalian, contohnya "bro kawanin gua ke wc, serem wak" kata kawan guwa yang Kristen ngebangunin, "ngantuk kali awak cek, kau pun kalung salib gede gitu masih takut sama hantu" jawabku, "beda la wak, hantu disini bukan drakula jadi gak mempan salib, hantu disini kuntilanak ma pocong cm mempan sama ayat kursi, gw gak hafal" jawabnya, byk lah candaan model lain. Dimana perbedaan keyakinan diantara kami malah kami jadikan bahan candaan, bukan jadi masalah sensitif. Masak iya sama kawan becandanya nanggung, itu bukan teman, tapi politisi hahhaa

"gak perlu jadi abu-abu atau menutupi diri untuk menjadi kawan, masak iya kita baru jadi kawan kalau semua pendapat sama, walaupun dengan cara menutupi pendapat sendiri yang kita anggap benar"

#repost  


EmoticonEmoticon