Rahasia Menurunkan Berat Badan Hanya Tidur? Efektif Banget

Ada berbagai cara berbagi tip kurus dan cara Anda bisa menurunkan berat badan . Beberapa orang kelaparan sampai mengabaikan kesehatan mereka dan dapat menjadi sakit.

Penurunan berat badan seringkali identik dengan diet dan olahraga.

Namun, tahukah Anda bahwa memiliki kualitas yang cukup dan tidur yang cukup memungkinkan seseorang untuk menurunkan berat badan?

Kiat kurus ini mudah bagi Anda.


Kiat kurus - Apakah penting tidur jika Anda menurunkan berat badan?
Menurut para ilmuwan, tidur dan berat badan telah lama dikaitkan erat. Rata-rata, untuk orang yang tidak cukup tidur , mereka lebih cenderung menambah berat badan.

Sebuah penelitian terhadap 70.000 wanita menunjukkan bahwa mereka yang tidur 5 jam sehari lebih cenderung mengalami kenaikan berat badan 32% lebih tinggi daripada individu yang tidur setidaknya 7 jam.

Misalnya, orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam sehari memiliki berat badan lebih tinggi. Individu seperti ini juga lebih cenderung menjadi gemuk.

Tahukah Anda bahwa ada penelitian yang menunjukkan bahwa otak individu yang sering kurang tidur merespons makanan yang tidak sehat dengan cara yang berbeda .

Selain itu, kurang tidur juga akan memperlambat metabolisme seseorang dan memengaruhi produksi insulin.

Kurang tidur dikatakan memicu perubahan hormon ghrelin dan leptin dalam tubuh.

Ghrelin adalah hormon yang dikeluarkan dalam perut dan bekerja pada hipotalamus untuk merangsang nafsu makan.

Ghrelin disekresikan sesaat sebelum makan dan dikurangi setelah makan. Sementara itu, leptin bekerja pada hipotalamus untuk menghentikan rasa lapar dan meningkatkan konsumsi energi.

Ini membuat mereka yang sering mengantuk akan senang merasa lapar dan menggunakan lebih banyak energi jika ingin dibandingkan dengan mereka yang cukup istirahat.

Tidak mengherankan, ini juga mempengaruhi orang yang lebih muda. Anak-anak yang kurang tidur lebih rentan mengalami obesitas.

Sekarang Anda tahu tips sederhana, tidak menyakitkan dan tidak menyakitkan pada kulit!

Mari kita lihat cara untuk mendapatkan tidur berkualitas untuk penurunan berat badan:

Mudah menurunkan berat badan, berikut adalah 5 cara untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak
tidur

Ingini kurus membutuhkan tidur yang cukup, jadi awasi kafein setiap hari
Kebiasaan mengonsumsi kafein dalam rutinitas harian Anda dapat mengganggu tidur Anda.

Kurangi dan jika tidak perlu jangan minum minuman berkafein jika Anda menginginkan waktu tidur yang lebih baik.

Kafein tidak hadir dalam air kopi saja, air berkarbonasi dan cokelat juga mengandung kafein.

Karena itu, hindari mengkonsumsi makanan dan minuman ini terutama di malam hari.

Taruh ponsel dan laptop jauh dari sofa!
Penggunaan perangkat seperti ponsel dan laptop sebelum tidur dapat mengganggu fokus Anda pada relaksasi.

Usahakan untuk tidak menggunakan telepon Anda sebelum tidur seperti bermain media sosial atau permainan karena ini akan menunda tidur Anda.

Idealnya, ketika Anda akan pergi ke tempat tidur, menjaga ponsel diam dan meletakkannya di tempat yang sulit bagi Anda untuk mencapai. 

Lakukan kegiatan yang akan membantu Anda bersantai
Lakukan aktivitas yang Anda sukai sebelum tidur seperti mendengarkan musik , membaca buku, melakukan yoga atau apa pun.

Anda pasti akan merasa lebih baik dan beristirahat saat tubuh siap untuk beristirahat.

Tetapkan dan ikuti jadwal tidur
Jika Anda ingin bangun pagi, cobalah melatih diri Anda untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama untuk jangka waktu tertentu.

Hindari melakukan hal-hal yang dapat mengganggu pola tidur Anda seperti tidur di malam hari.

Lingkungan yang kondusif dan nyaman merangsang suasana tidur
Pastikan kamar tidur Anda adalah tempat yang nyaman untuk beristirahat . Kamar yang berantakan atau bau pasti akan mengganggu suasana hati Anda untuk tidur.

Anda dapat memasang lilin beraroma dengan memilih aroma favorit Anda untuk menenangkan ruangan dan meningkatkan mood tidur Anda .

Mudah jika Anda kurus
Studi di atas menunjukkan pentingnya tidur terutama dalam perawatan berat badan.

Bagi mereka yang saat ini berjuang untuk menurunkan berat badan selama bertahun-tahun, sekarang Anda tahu tips kurus dengan sangat mudah!

Selain memastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas, pastikan untuk memantau diet Anda dan jangan lupa berolahraga.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Read More

Usia Orangtua dan kakek-nenek saat Melahirkan Mempengaruhi Risiko Autisme pada Anak

Risiko gangguan spektrum autisme (ASD) meningkat pada anak-anak dengan kakek-nenek dari ibu muda dan nenek dari ayah atau tua, dibandingkan dengan cucu kakek nenek yang berusia antara 25 dan 29 tahun ketika mereka melahirkan, menurut temuan dari sebuah Studi epidemiologi diterbitkan dalam JAMA Network Open.

Prevalensi ASD telah meningkat selama beberapa dekade terakhir dan tergantung pada wilayahnya, diperkirakan terjadi pada 1% hingga 2% anak-anak. Sejumlah faktor telah disarankan sebagai kontributor yang mungkin untuk peningkatan ini, termasuk peningkatan efisiensi diagnostik dan kesadaran yang meningkat, serta kecenderungan untuk menunda menjadi orang tua.
Yu Gao, PhD, dari departemen kesehatan lingkungan, Sekolah Kesehatan Masyarakat, Sekolah Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong, Shanghai, Cina, dan rekannya menggunakan data dari daftar kesehatan nasional Denmark untuk melakukan studi kohort multigenerasional berbasis populasi ini. Mereka berusaha mengevaluasi pengaruh usia orang tua saat melahirkan dan usia kakek-nenek pada saat kelahiran orang tua terhadap risiko ASD.

Penelitian ini melibatkan 1.476.783 anak yang lahir di Denmark dari tahun 1990 hingga 2013 (51,3% anak laki-laki; 1,9% didiagnosis dengan ASD). Sebagian besar dari mereka dengan ASD adalah anak laki-laki (74,1%). Para peneliti menemukan bahwa peningkatan 5 tahun dalam usia ibu atau ayah dikaitkan dengan peningkatan 9% dalam peluang ASD pada anak-anak. Rasio odds tertinggi (OR) diamati untuk usia ibu lebih dari 40 tahun (OR, 1,56; 95% CI, 1,45-1,68) dan usia ayah lebih dari 50 tahun (OR, 1,57; 95% CI, 1,39-1,78) bila dibandingkan dengan orang tua berusia 25 hingga 29 tahun.

Para peneliti mengamati kurva berbentuk U untuk usia kakek nenek dari pihak ayah. Anak-anak yang ayahnya dilahirkan oleh orang tua muda, didefinisikan sebagai orang tua pada usia 19 tahun atau lebih muda, (OR, 1,18) atau orang tua yang lebih tua, didefinisikan sebagai orang tua pada usia 40 tahun atau lebih, (OR, 1,40 dan 1,11 untuk nenek dan kakek, masing-masing ) memiliki peningkatan risiko ASD. Anak-anak yang ibunya dilahirkan oleh orang tua yang lebih muda juga memiliki peningkatan risiko ASD (OR, 1,68 dan 1,50 untuk nenek dan kakek, masing-masing). Namun, para peneliti tidak menemukan hubungan dengan risiko ASD untuk kakek nenek dari ibu yang lebih tua.

"Sebuah hipotesis baru baru-baru ini telah diusulkan bahwa hubungan usia orang tua dengan risiko ASD dapat bertahan lintas generasi," catat para penulis penelitian. Mereka juga mengakui bahwa usia saat persalinan mungkin menjadi penanda untuk faktor risiko lain untuk ASD.

Periode waktu yang terbatas untuk inklusi peserta penelitian (anak-anak yang lahir tahun 1990 hingga 2013 dan orang tua yang lahir tahun 1973 hingga 1990) mungkin telah memperkenalkan bias yang terkait dengan data terpotong, terutama untuk kategori usia termuda dan tertua. Keterbatasan studi juga mencakup kemungkinan pengganggu oleh risiko genetik untuk ASD dan kurangnya data tentang diagnosis psikiatrik kakek nenek.

Para peneliti menyimpulkan bahwa "risiko ASD pada cucu yang terkait dengan usia kakek nenek yang lebih muda dan lebih tua dapat disebabkan oleh berbagai mekanisme sosial dan biologis."

sumber : https://www.psychiatryadvisor.com/home/topics/autism-spectrum-disorders/age-of-parents-and-grandparents-at-childbirth-influences-risk-of-autism-in-children/
Read More

Apa itu Skizofrenia ? Bagaimana Gejala dan Pengobatannya

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis dan melemahkan yang ditandai dengan distorsi pemikiran dan persepsi. Elemen utama skizofrenia adalah psikosis, yang berarti memiliki persepsi realitas yang abnormal. Orang dengan skizofrenia dapat mengalami halusinasi dan delusi.

"Halusinasi sering mendengar suara-suara atau melihat sesuatu. Orang-orang mungkin mengatakan bahwa mereka melihat hal-hal yang tidak biasa atau bahwa suatu objek mengirim semacam pesan telepati kepada mereka," kata Dr. Scott Krakower, seorang psikiater di Rumah Sakit Zucker Hillside di Glen Oaks, New York.
"Delusi di sisi lain adalah keyakinan salah," lanjutnya. "Misalnya, mengira seseorang akan mengejarmu, atau bahwa obat mereka meracunimu." Selain psikosis, orang yang terkena skizofrenia juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti bicara yang tidak teratur dan perilaku yang sangat tidak teratur.

Sekitar 2,4 juta orang dewasa Amerika, atau sekitar 1,1 persen dari populasi berusia 18 tahun ke atas, menderita skizofrenia, menurut National Institute of Mental Health (NIMH). Timbulnya skizofrenia sedikit berbeda antara pria dan wanita - ini sering muncul pada pria di akhir usia belasan atau awal 20-an, tetapi muncul pada wanita yang berusia 20-an atau awal 30-an. Menurut tinjauan tahun 2005 berdasarkan studi populasi di 46 negara, prevalensi skizofrenia secara keseluruhan tidak berbeda antara pria dan wanita, atau antara situs pedesaan atau perkotaan.

Gejala
Skizofrenia memiliki lima gejala khas: delusi, halusinasi persisten, ucapan tidak teratur, perilaku kotor tidak teratur atau katatonik, serta sekelompok gejala yang bermanifestasi sebagai berkurangnya ekspresi emosi atau keengganan untuk berinteraksi dengan orang lain, menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental ( DSM), buku panduan kesehatan mental untuk dokter yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Gejala-gejala klasik ini mirip dengan yang dicatat dalam edisi ke-10 Klasifikasi Penyakit Internasional Organisasi Kesehatan Dunia (ICD-10), manual diagnostik lain yang juga umum digunakan.

Jalannya gangguan skizofrenik dapat terus menerus atau episodik dengan remisi lengkap atau tidak lengkap, menurut ICD-10.

Diagnosa
Untuk mendiagnosis seseorang dengan skizofrenia, dokter mungkin bertanya kepada pasien tentang riwayat kesehatan keluarga mereka, suasana hati dan pola perilaku.

Dokter juga dapat melakukan tes medis, seperti tes darah, MRI atau CT scan, untuk mengesampingkan cedera otak fisik atau gangguan mental lainnya dan memastikan delusi pasien tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya, menurut Mayo Clinic .

Seorang pasien skizofrenia diklasifikasikan sebagai seseorang yang mengalami dua atau lebih dari gejala klasik di atas untuk sebagian besar waktu selama periode satu bulan, menurut DSM-IV. Namun, hanya satu dari gejala di atas yang harus ada jika delusi aneh atau halusinasi terdiri dari suara yang menjaga komentar berjalan pada perilaku atau pikiran pasien.

Namun, untuk menerima diagnosis, "Harus ada penurunan fungsi yang nyata," kata Krakower. Sebagai contoh, orang tersebut menunjukkan kesulitan mempertahankan pekerjaan dan hubungan setelah timbulnya gejala setidaknya selama enam bulan. Dengan kata lain, gejala-gejalanya harus secara substansial mengganggu kehidupan normal seseorang sehari-hari untuk diagnosis skizofrenia.

Namun, definisi, durasi dan subtipe skizofrenia yang didefinisikan oleh ICD-10 sedikit berbeda dari DSM-IV, yang lebih sering digunakan di Amerika Serikat. Misalnya, disfungsi sosial dan pekerjaan bukan bagian dari diagnosis ICD-10 dan ICD-10 juga tidak memerlukan pengamatan selama enam bulan.

Perawatan & Pengobatan
Pengobatan skizofrenia hampir selalu melibatkan penggunaan obat antipsikotik untuk meredakan banyak gejala, serta psikoterapi suportif. Perawatan sering dikaitkan dengan fase klinis yang berbeda dari skizofrenia: fase akut, fase stabil, fase stabil (atau pemeliharaan) dan fase pemulihan, menurut laporan US Surgeon General tentang kesehatan mental .

Dua obat yang paling sering diresepkan adalah olanzapine (merek dagang sebagai Zyprexa) dan risperidone (Risperdal). Namun, sulit untuk menentukan apakah satu obat tertentu lebih baik daripada yang lain sejak penelitian tahun 2006 di American Journal of Psychiatry menemukan bahwa 33 dari 42 uji coba head-to-head disponsori oleh perusahaan obat dan 90 persen dari hasil nikmat obat sponsor.

Secara umum, antipsikotik atipikal, seperti olanzapine, reiperidone, clozapine (Clozaril), paliperidone (Invega), quetiapine (Seroquel) dan ziprasidone (Geodon) lebih dapat ditoleransi dan memiliki risiko efek samping yang lebih rendah daripada psikotik "khas" generasi pertama seperti sebagai Chlorpromazine (Thorazine), Fluphenazine, dan Haloperidol, menurut Mayo Clinic. Namun psikotik generasi pertama seringkali lebih murah karena beberapa tersedia dalam bentuk generik. Ini juga harus dipertimbangkan ketika memilih terapi jangka panjang untuk penyakit kronis seperti skizofrenia.

Kesediaan seseorang untuk bekerja sama dengan pengobatan juga dapat memengaruhi pilihan obat (seperti perbedaan antara obat suntik oral atau long-acting) dan perlu beberapa kali percobaan sebelum dokter dapat menentukan kombinasi obat yang tepat, menurut NIMH. Selain antipsikotik, pasien banyak juga mendapat manfaat dari terapi kognitif-perilaku.
Read More

Tips sehat bagi penderita diabetes untuk mengelola gula darah di Kala Pandemi

Jika seseorang terkena diabetes, kadar gula darahnya tidak hanya terpengaruh, tetapi tingkat produksi insulin juga akan terganggu. Orang dengan kadar gula darah tinggi atau tidak terkelola cenderung memiliki aliran darah kurang dari normal, karena itu tubuh kesulitan untuk memanfaatkan nutrisi dan menyembuhkan. Dengan demikian, karena sistem kekebalan yang melemah, orang yang menderita diabetes rentan terhadap infeksi, dan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke jalurnya. Namun, kondisi ini dapat dikelola, bahkan setelah coronavirus .



Ini adalah kebutuhan dari jam untuk menjaga kadar gula untuk orang-orang dengan diabetes sebagai kasus Covid-19 meningkat luar biasa.

* Tetap terhidrasi, dan makan buah-buahan dan sayuran segar untuk meningkatkan kekebalan Anda .

* “Berolahraga setiap hari. Cobalah meningkatkan aktivitas di rumah. Lakukan latihan yang tidak akan membuat Anda stres. Pilihlah yoga, pranayama, dan latihan pernapasan dalam. Ini akan meningkatkan fungsi paru-paru Anda dan tidak akan menyebabkan gangguan pernapasan. Bahkan peregangan ringan dapat dilakukan untuk menjaga tubuh Anda tetap lentur dan bugar. Anda juga dapat melakukan pekerjaan rumah tangga sederhana seperti menyapu, mengepel, dan membersihkan ”, saran Dr Anil Boraskar, Ahli Diabetes, ACI Cumballa Hill Hospital, Mumbai.


* Periksa kadar gula darah di rumah dengan bantuan pemantauan glukosa rumah yang merupakan mesin andal. Anda dapat memeriksa kadar gula darah Anda dan mempertahankan target kurang dari 140 dan 180 mg / dl. Jika gula Anda berada dalam kisaran ini maka pantau levelnya, setiap hari. Jika kadar gula Anda tidak dalam kisaran ini maka monitor tiga kali sehari, dan Anda harus mengambil insulin daripada obat-obatan. Konsultasikan dengan ahli diabetes Anda melalui telepon, yang akan mengatur dosis insulin Anda sesuai dengan kadar gula darah Anda.

* Jika Anda penderita diabetes dan hipertensi, maka pantau level tekanan darah Anda dari waktu ke waktu dan minum obat.

* Mencuci tangan itu penting, begitu pula mencuci kaki. Bersihkan mereka secara teratur. Anda dapat mengambil bantuan anggota keluarga Anda dan mencari luka, bisul, atau luka pada kaki. Dapatkan perhatian segera jika diperlukan.

* Menjaga kebersihan pribadi yang baik. Tingkatkan kulit Anda, oral, dan kebersihan intim. Praktekkan jarak sosial .

* “Penyebaran COVID-19 adalah melalui pasien tanpa gejala yang gejalanya tidak terlihat. Tetapi jika Anda adalah penderita diabetes dan batuk musiman atau pilek maka perhatikanlah. Gejala lain yang mungkin dialami penderita diabetes adalah hipoglikemia (dapat digambarkan sebagai kondisi di mana kadar gula darah (glukosa) Anda lebih rendah dari normal). Ini bisa berbahaya jadi bantulah diri Anda dengan gula jika gula Anda kurang dari 70 mg / dL. Catat apa yang menyebabkan penurunan kadar gula Anda ”, kata Dr Boraskar, Ahli Diabetes.

sumber : https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/healthy-practices-for-people-with-diabetes-to-manage-their-blood-sugar-6425228/
Read More

Tips Membangun Kedekatan dengan Anak untuk Ayah dan Ibu

Jika Ibu ingin menjadi orangtua yang dekat dengan anak melalui attachment parenting (pola asuh orangtua-anak yang penuh kedekatan), perlu upaya membangun hubungan sejak bayi baru lahir. Berikut ketujuh cara memulai AP sejak kelahiran, menurut Martha Sears, R.N . (praktisi kesehatan Ibu dan anak salah satu pengasuh Ask dr.Sears).

1. Birth Bonding
Cara bayi dan orang tua menjalin ikatan batin (bonding ) satu sama lain mendorong terwujudnya attachment parenting . Dalam minggu-minggu setelah kelahiran merupakan periode sensitif di mana ibu dan bayi untuk menjadi dekat satu sama lain. Sebuah kedekatan setelah lahir dan seterusnya memungkinkan perilaku kedekatan bayi secara intuitif, biologis, dan kualitas pengasuhan ibu terwujud bersama-sama. Baik ibu maupun bayi dapat memulai kedekatan segera ketika bayi mulai sangat membutuhkan ibu, dan ibu siap untuk pengasuhan.

Sayangnya, terkadang komplikasi medis membuat Ibu dan bayi terpisah sementara waktu. Tak masalah, cobalah mengejar bonding sesegera mungkin. Ketika konsep bonding pertama kali disampaikan dua puluh tahun yang lalu, beberapa orang tak memahaminya secara benar. Konsep bonding manusia dianggap sebagai “masa kritis” absolut maupun “sekarang-atau-tidak pernah sama sekali”. Bonding yang dijalin pasa kelahiran tidak seperti lem instan yang mengukuhkan hubungan ibu-anak bersama-sama selamanya. Bonding merupakan serangkaian langkah-langkah seumur hidup Ibu tumbuh bersama buah hati.

2. Menyusui
Menyusui merupakan latihan dasar dalam komunikasi ibu-bayi. Menyusui membantu Ibu membaca isyarat bayi, bahasa tubuh, yang merupakan langkah pertama mengenal bayi. Menyusui memberikan awal yang tepat bagi bayi dan ibu memulai hidup. ASI mengandung formula nutrisi bangunan otak yang yang tidak dapat diproduksi pabrik maupun dibeli dengan uang. Menyusui mendorong chemistry yang tepat antara ibu dan bayi, dengan merangsang tubuh memproduksi prolaktin dan oksitosin (hormon yang memberikan energi pada ibu).

3. Mengenakan pakaian
Seorang bayi belajar banyak dalam pelukan seorang Ibu yang sibuk. Bayi yang tak rewel dan lebih banyak sering dalam kondisi tenang (namun waspada), belajar lebih banyak tentang lingkungan . Ketika Ibu mengenakan pakaian pada bayi, juga akan meningkatkan sensitivitas orangtua karena bayi Anda begitu dekat dengan Ibu. Ibu bisa mengenali bayi lebih baik dan kedekatan ini mendorong keakraban Ibu-bayi.

4. Tidur dekat dengan bayi
Dimanapun anggota keluarga dapat tidur malam dengan baik, merupakan pengaturan tepat cara tidur keluarga kecil Anda. Menjadi rekan tidur bayi atau anak juga menambahkan sentuhan malam. Ini menolong orang tua yang sibu di siang hari tetap terkoneksi kembali dengan bayi di malam hari. Lagipula, beberapa anak menganggap malam hari adalah waktu yang menakutkan. Tidur bersama sembari menyentuh sang buah hati dapat menjaga kedekatan dan mengurangi kecemasan sehingga bayi belajar tidur dengan lebih menyenangkan dan mencegah ketakutan menerobos masuk.

5. Percayai arti tangisan sebagai bahasa bayi
Sebuah tangisan bayi merupakan sinyal yang dirancang demi kelangsungan hidup bayi dan perkembangan orangtua. Menanggapi tangisan bayi secara sensitif dapat membangun kepercayaan bayi-Ibu.

Bayi percaya jika Ibu yang mengasuhnya cukup responsif terhadap kebutuhannya. Sedangkan orangtua secara bertahap belajar percaya pada kemampuannya memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini menimbulkan tingkat komunikasi orangtua-anak meningkat. Percayalah, bayi kecil menangis untuk berkomunikasi, bukan memanipulasi.

6. Hindari melatih bayi
Attachment parenting mengajarkan Ibu agar cerdas dalam menerima saran, sebaiknya hindari gaya pengasuhan yang kaku dan ekstrim, misalnya, memantau jam atau jadwal bagi bayi. Menerapkan gara pengasuhan yang kaku memang memberikan keuntungan jangka pendek yakni “kenyamanan”bagi orangtua. Namun ini juga memberikan kerugian jangka panjang karena semakin orangtua terlalu menahan diri dan menegaskan aturan, akan membuat jarak antara Ibu dan bayi. Sebaliknya jika menerapkan gaya pengasuhan yang lebih menyesuaikan dengan perilaku dan kebiasaan bayi, akan membuat Ibu lebih ahli soal anak.

7. Keseimbangan
Kendati Ibu bisa sangat bersemangat memberikan kasih sayang pada bayi, jangan abaikan kebutuhan diri sendiri dan pernikahan. Tetap letakkan keseimbangan dalam pengasuhan, dimana Ibu cukup responsif terhadap bayi namun juga memiliki kebijaksanaan mengatakan “ya” dan “tidak”. Selain itu, jangan malu untuk meminta bantuan yang diperlukan jika merasa terlalu berat beban yang harus dipikul.

Bagi Ayah:
Setiap orang tua perlu menyadari seberapa dekat dirinya dengan sang buah hati, termasuk ayah. Sebagai orang tua, kita perlu berupaya untuk merespon kebutuhan emosional anak, sehingga anak pada akhirnya merasa dimengerti dan dihargai. Setiap anak memiliki kebutuhan akan afeksi dan perhatian yang berbeda, tergantung kepribadian dan tempramennya.

Bonding atau keterikatan tidak hanya terjadi pada Ibu dan bayi saja. Saat ini ayah juga bisa memiliki dan menciptakan keterikatan yang erat dengan si kecil. Beberapa dari para ayah mungkin akan bertanya mengenai apa yang dapat ayah lakukan untuk menciptakan bonding dengan si kecil?
Beberapa kegiatan berikut dapat ayah coba untuk menciptakan bonding dengan si kecil:

Mengusap perut Ibu dan mulai mengajak bicara si kecil
Sejak si kecil masih dalam kandungan, ayah sudah dapat memulai melakukan bonding dengan si kecil dengan cara mengusap perut Ibu dan mengajak si kecil berbicara. Cara ini di yakini akan membuat si kecil merasa aman, nyaman, terlindungi, dan si kecil akan merasa disayangi. Memberikan komunikasi yang intensif dengan mengajak bicara si kecil sejak masih didalam kandungan juga diyakini akan menciptakan dan membangun bonding yang kuat antara ayah dan si kecil.

Menghadiri kelahiran si kecil
Usahakan untuk ayah menghadiri kelahiran si kecil, selain kehadiran ayah akan memberikan semangat untuk Ibu, kehadiran ayah di saat si kecil dilahirkan akan membuat si kecil melihat untuk pertama kalinya siapa ayah dan ibunya. Apabila keadaan memungkinkan dan dokter mengizinkan, ayah dapat memotong tali pusat si kecil setelah dilahirkan. Hal ini dapat menciptakan ikatan batin antara ayah dan si kecil.

Ikut serta dalam membesarkan si kecil
Ayah juga harus ikut serta dalam membesarkan si kecil, ayah harus memberanikan diri untuk menggendong si kecil, memandikan si kecil, menggantikan popok, memakaikan baju, ikut menyuapi si kecil, menemani Ibu saat si kecil diajak kedokter untuk imunisasi atau pemeriksaan rutin, membacakan dongeng sebelum si kecil tidur.

Mengajak si kecil bermain
Bermain dapat menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan dan juga dapat menjadi cara untuk ayah menunjukan kecintaan dan menjalin kedekatan dengan si kecil.

Semakin banyak dan semakin sering ayah melakukan kegiatan bersama si kecil, maka akan semakin memperat ikatan antara ayah dengan si kecil. (ZF/berbagai sumber)

sumber : http://www.psychoshare.com/file-1970/psikologi-anak/tips-membangun-kedekatan-dengan-anak.html
Read More

Membaca Pikiran Orang Lain

Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.


Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.

Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.

Darimana asalnya?
Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.

Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.

Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.

Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.

Bagaimana Membaca Pikiran?
Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.

Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.

Menjadi Pembaca Pikiran Ulung
Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.

Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.

Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”

Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.

Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”

Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.

Tinjauan Kritis
Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.

Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar. (Toso/www.popsy.wordpress.com)

Sumber Pustaka
Mind Reading – Psychology Today
How To Be a Better Mind Reader – Psychology Today
Read More

Mitos Otak yang Selama Ini Diyakini Sebagai Fakta

Ternyata mitos tidak hanya ada di dalam cerita fiksi namun di dunia pendidikan, dan mitos itu menjadi dasar bagi pengajaran yang tidak efektif, menurut sebuah makalah yang terbit di Nature Review Neuroscience 15 Oktober 2014.

Apakah anda pernah mendengar bahwa manusia hanya menggunakan 10% otaknya? Atau manusia dengan otak kanan dominan lebih kreatif dari manusia yang dominan otak kiri? Kedua “fakta” tersebut ternyata merupakan neuromyths, atau mitos tentang otak, dalam publikasi oleh Paul A. Howard-Jones.

Menurut doktor dari Graduate School of Education Bristol University, mitos-mitos tersebut seringkali dipromosikan kepada guru sebagai hasil dari penelitian tentang otak, atau neuroscience. Namun peneliti di bidang neuroscience sendiri tidak menemukan hasil yang mendukung ide-ide tersebut. Lanjutnya, ide tersebut tidak ada nilai pentingnya bagi pendidikan, dan sering dikaitkan dengan penerapan pengajaran yang tidak efektif di kelas.

Howard-Jones meneliti guru-guru di Inggris, Belanda, Turki, Yunani dan Cina, dengan menyajikan 7 mitos tentang otak. Hasilnya, seperempat dari guru di Inggris dan Turki percaya bahwa otak anak akan menyusut jika meminum kurang dari 6-8 gelas per hari. Lebih dari setengah juga percaya bahwa siswa hanya menggunakan kurang dari 10% otaknya, dan kurang memperhatikan setelah minum minuman yang mengandung gula.

Lebih dari 70% guru di kelima negara tersebut percaya bahwa ada siswa yang lebih dominan otak kanannya atau otak kirinya. Lanjutnya, hampir semua guru (90% di kelima negara), jika siswa belajar sesuai dengan gaya belajar yang disukainya–auditori, visual atau kinestetis, siswa tersebut akan akan lebih baik dalam memahami pengetahuan.

Mitos-mitos lainnya seperti: latihan koordinasi bisa meningkatkan integrasi belahan otak kanan dan kiri, atau permasalahan dalam belajar karena perbedaan perkembangan fungsi otak tidak bisa diperbaiki lewat pendidikan.
Beberapa mitos di atas pernah terdengar. Salah satunya, terkait gaya belajar visual, auditori dan kinestetis, sering didengungkan. Dan saat ini masih dipegang para pendidik sebagai salah satu dasar dalam memberikan masukan bagi pengajar dalam proses pembelajaran.

Mungkin penulis hanya salah satu dari sekian banyak pekerja pendidikan yang memegang mitos-mitos tersebut. Jika di dunia luar sana saja masih banyak guru yang mendasarkan pengajaran dari mitos-mitos tersebut, mungkin di Indonesia juga. Apalagi neuroscience belum begitu berkembang di sini. Atau justru ini keuntungan kita? Karena guru kita belum banyak tahu tentang ide-ide tadi, kita bisa memulai mempromosikan ide yang tepat tentang otak manusia. (Toso//www.popsy.wordpress.com)

Bacaan lebih lanjut:
Howard-Jones, Paul A. (2014) Neuroscience and education: myths and messages. Nature Review Neuroscience. Diakses di http://www.nature.com/nrn/journal/vaop/ncurrent/full/nrn3817.html pada 23 Oktober 2014.
Press Release (2014). Myth-conceptions: How myths about the brain are hampering teaching. Diakses di http://www.bristol.ac.uk/news/2014/october/brain-myths.html pada 23 Oktober 2014.
Myth-conceptions: How myths about the brain are hampering teaching. Diakses di http://www.neuroscientistnews.com/research-news/myth-conceptions-how-myths-about-brain-are-hampering-teaching pada 23 Oktober 2014.
Etchells, Pete. (2014). Brain baloney has no place in the classroom. Diakses di http://www.theguardian.com/science/head-quarters/2014/oct/17/brain-baloney-neuro-myths-teaching-education-classroom pada 23 Oktober 2014.
Read More

Jasa, Karakteristik Jasa dan Strategi Pemasaran Jasa

Menurut Djaslim Saladin (2004:134) pengertian jasa adalah sebagai berikut:
Jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud, serta tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Proses produksinya mungkin dan mungkin juga tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.”

Menurut Zeithaml dan Bitner yang dikutif oleh  Ratih Hurriyati (2005:28) pengertian jasa adalah sebagai berikut:
“Jasa adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli pertamanya.”
Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka jasa pada dasarnya adalah sesuatu yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Sesuatu yang tidak berwujud, tetapi dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
  2. Proses produksi jasa dapat menggunakan atau tidak menggunakan bantuan suatu produk fisik.
  3. Jasa tidak mengakibatkan peralihan hak atau kepemilikan.
  4. Terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.
Kategori penawaran dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain :

Barang berwujud murni (pure tangible good).
Penawaran semata-mata hanya terdiri atas produk fisik. Pada produk ini sama sekali tidak melekat jasa pelayanan. Contohnya sabun , pasta gigi, sampo dan lain-lain.

Barang berwujud dengan jasa pendukung (tangible good with accompanying services).
Barang berwujud dengan jasa pendukung merupakan tawaran terdiri atas tawaran barang berwujud diikuti oleh satu atau beberapa jenis jasa untuk meningkatkan daya tarik konsumen. Contohnya penjual mobil memberikan jaminan atau garansi, misalnya satu tahun gratis service kerusakan.

Jasa  campuran (Hybrid).
Jasa campuran merupakan penawaran barang dan jasa dengan proporsi yang sama. Contohnya makanan ditawarkan di restoran disertai pelayanan yang mengesankan.

Jasa pokok disertai barang-barang dan jasa tambahan ( major service with accompanying minor goods and service).
Penawaran terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan (pelengkap) dan atau barang-barang pendukung. Contohnya penumpang pesawat yang membeli jasa angkutan (trasportasi) selama menempuh perjalanan ada beberapa produk fisik yang terlibat seperti makanan, koran dan lain- lain.

Jasa murni ( pure service ).
Jasa murni merupakan tawaran hanya berupa jasa. Contoh : panti pijat, konsultasi psikologis dan lain-lain.

Karakteristik Jasa

Jasa mempunyai empat karakteristik utama yang sangat mempengaruhi rancangan program pemasaran yaitu : Tidak berwujud (intangibility), Tidak dapat dipisahkan (inspirability), Berubah – ubah (variability), Mudah lenyap (perishability).
Tidak Berwujud (Intangibility)
Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karena tidak bias dilihat, dirasa, di dengar, didengar, diraba, atau dicium sebelum ada transaksi pembelian .
Tidak Dapat Dipisahkan (Inspirability)
Suatu bentuk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang atau mesin, apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.
Berubah – ubah (variability)
Jasa sesungguhnya sangat mudah berubah – ubah karena jasa ini sangat tergantung pada siapa yang menyajikan, kapan dan dimana disajikan .
Mudah Lenyap (Perishability)
Daya tahan suatu jasa tidak akan menjadi masalah jika permintaan selalu ada dan mantap karena penghasilan jasa di muka dengan mudah. Bila permintaan atau turun, maka masalah yang sulit akan segera muncul.

Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa

Terdapat tiga tipe pemasaran dalam dunia usaha, antara lain:
Pemasaran Eksternal (External Marketing)
Strategi pemasaran eksternal ini dikenal dengan 4P (product, price,  promotion, place.
Pemasaran Internal (Internal Marketing)
Pemasaran jasa tidak cukup hanya dengan pemasaran ekternal (4P) tetapi harus diikuti pula dengan peningkatan kualitas atau keterampilan para personil yang ada dalam perusahaan. Selain itu, juga harus ada kekompakan atau suatu tim yang tangguh dari personil yang ada dalam perusahaan tersebut, khususnya dalam menghadapi para pelanggan sehingga membawa kesan tersendiri yang meyakinkan pelanggan.
Pemasaran Interaktif (Interaktif Marketing)
Kepuasan konsumen tidak hanya terletak pada mutu jasa, misalnya restorannya yang megah dan makanannya yang bergizi, tetapi juga harus dipadukan dengan melakukan service quality improvement supaya peningkatan pelayanan benar-benar meyakinkan.
Read More

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak yang bersifat Nonnormatif

Kelainan yang muncul pada seorang anak berkaitan erat dengan faktor – faktor yang mempengaruhi  perkembangan mereka. Faktor – faktor tersebut di antaranya adalah :

    Cetak Biru Biologis ( Biological Birthright )


Dalam perjalanannya dapat terjadi kelainan genetis yang lazim dikenal sebagai abnormalitas gen. Abnormalitas ini dapat terjadi ketika kromoson tidak memiliki pasangan ( tunggal ) atau sebagaian kromoson hilang,mengalami duplikasi ( kelipatan ) atau salah ( keluar ) dari tempatnya. Abnormalitas yang paling mudah dikenali adalah sindroma down atau down”s syndrom, yang disebabkan oleh adanya kelebihan kromoson di kromosom 21.


    Genetik Dan Lingkungan


Dari semua area dimana pengaruh genetik dan lingkungan saling berinteraksi mempengaruhi seorang anak, maka ada dua aspek yang mengundang perbedaan pendapat paling kontroversial yaitu berkaitan dengan perbedaan jender yaitu perbedaan antara laki-laki dengan perempuan; dan yang kedua adalah berkaitan dengan peranan, sifat-sifat serta asal-usul intelegensi.

    Perbedaan Gender


Sering kita dengar bahwa laki-laki lebih rapuh dibandingkan perempuan, hal ini berlanjut saat mereka dapat bertahan hidup setelah dilahirkan. Laki-laki lebih terbuka dibandingkan perempuan terhadap kemungkinan bermacam-macam kelainan yang sangat luas berfariasi termasuk cerebral palsy, infeksi, keterbelakangan mental dan beberapa kesulitan belajar. Jhon Money (dalam Lamsdown dan Walker, 1996) mengatakan bahwa hormon mengarahkan anak atau individu untuk berperilaku sesuai dengan jenis kelamin, namun pengalaman anak akan mempengaruhi apakah pengaruh hormonal tersebut akan hilang atau diperkuat.

    Intelegensi


Intelegensi adalah kualitas mental yang didasari keberhasilan seseorang di sekolah. Beberapa psikolog mengemukakan bahwa sebenarnya ada dua faktor utama yaitu pertama adalah faktor umum  (general factors), yang mendasari kemampuan intelektual, dan kedua adalah serangkaian kemampuan khusus (spesific abilities). Keberadaan kemampuan umum ini menjelaskan mengapa ada kecenderungan bila seseorang memiliki kemampuan yang baik dalam satu bidang, juga dia baik pada beberapa bidang lain. Dilain pihak gagasan mengenai kemapuan khusus dapat menerangkan mengapa, contohnya, mengapa ada orang-orang yang amat mahir dalam mengadakan negosiasi, namun gagal dalam matematika.

    Kontrol Sosial


Konteks dimana seorang anak atau individu tinggal memegang peranan amat penting karena perubahan-perubahan yang terjadi memberikan pengaruh pada setiap tahap usia aspek dan perkembangan. Bagaimana konteks sosial tersebut berpengaruh pada anak akan dibahas di bawah ini:

    Keluarga


Keluarga adalah konteks pertama yang memperkenalkan anak kepada dunia secara fisik melalui kegiatan bermain dan menjelajah objek-objek yang berada di sekitarnya. Kelekatan dengan orangtua dan saudara kandung biasanya berjalan sepanjang kehidupan dan menjadi model saat membina hubungan dalam dunia yng lebih luas, seperti tetangga, sekolah, dan masyarakat di sekitar tempat kita tinggal.

Dalam keluarga, anak belajar menggunakan bahasa, keterampilan-keterampilan tertentu, nilai-nilai sosial dan moral yang berkembang dalam kebudayaan dimana mereka tinggal.

Parke dan Burke (1998:dalam Berk, 2005), kehangatan, kebahagiaan atau kepuasan dalam ikatan keluarga meramalkan kesejahteraan psikologis sepanjang tentang perkembangan individu. Sebaliknya, isolasi atau keterasingan dari ikatan keluarga seringkali dihubungkan dengan adanya masalah dalam perkembangan seseorang.

Penelitian-penelitian mutakhir memandang keluarga sebagai suatu jejaring dari hubungan yang saling memiliki ketergantungan satu sama lain (interdependent). Bronfenbrenner menyebutnya sebagai suatu sistem yang memiliki pengaruh bidirectional (bidirectional influences), artinya perilaku atau respon dari setiap anggota keluarga dipengaruhi dan saling mempengaruhi anggota keluarga yang lainnya. Pengaruh-pengaruh tersebut dapat bersifat langsung maupun tidak langsung.

    Pengaruh yang bersifat langsung (direct influences)

Perilaku salah seorang anggota keluarga memperkuat bentuk reaksi yang terjalin dengan anggota keluarga lainnya, dan pada gilirannya bentuk reaksi tersebut dapat meningkatkan atau menurunkan kesejahteraan anak. Suatu perilaku terbentuk sebagai reaksi yang diterima dari lingkungan, sementara bagaimana lingkungan bereaksi juga dipengaruhi oleh perilaku yang ditampilkan.

    Pengaruh yang bersifat tidak langsung

Dampak dari hubungan dalam keluarga terhadap perkembangan anak menjadi lebih rumit ketika kita menyadari bahwa hubungan antara dua anggota keluarga dipengaruhi oleh kehadiran orang lain dalam lingkungan mereka, atau Bronfenbrenner (dalam Berk, 2005) menyebutnya sebagai pihak ketiga (Thirt parties).

Pihak ketiga dapat menjadi pihak yang memberi dukungan dalam perkembangan. Kehadiran anak diantara kehidupan orangtua juga mempengaruhi hubungan orangtua mereka.

Kekuatan saling pengaruh-mempengaruhi dalam keluarga bersifat dinamis dan selalu mengalami perubahan, begitu salah satu anggota keluarga beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi pada anggota lain.misalnya ketika seorang anak sudah berhasil menguasai keterampilan yang baru, maka orangtua menyesuaikan cara mereka menghadapi anak sesuai dengan kemampuan baru yang dimiliki oleh anak. Orangtua merubah caranya menghadapi anak sejalan dengan perkembangan anak, sebaliknya perubahan yang terjadi pada orangtua juga mempengaruhi anak dalam berperilaku.

Perubahan-perubhaan dalam lingkungan yang muncul bersamaan dengan perkembangan anak juga mempengaruhi cara orangtua mengasuh anaknya.

    Status Sosial, Ekonomi dan Fungsi Keluarga.

Dalam banyak budaya, maka status sosial ekonomi mempengaruhi kapan seseorang anak memutuskan akan menjadi orangtua dan besarnya anggota keluarga. Penelitian-penelitian di Amerika memperlihatkan bahwa orang-orang yang pekerjaannya memerlukan keterampilan tidak terlalu khusus dan khusus misalnya penjaga sesuatu, dll. Cenderung menikah dan memiliki anak lebih cepat (muda) dengan jarak kelahiran anak lebih dekat dan jumlah anak lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki pekerjaan kantoran dan profesional. Kedua kelompok ini juga memiliki nilai-nilai dan harapan yang berbeda dalam mengasuh anak-anak mereka.

Kondisi kehidupan dalam keluarga dapat membantu kita untuk memahami mengapa keadaan seperti ini dapat muncul. Orangtua dengan status sosial ekonomi lebih rendah seringkali merasa tidak memiliki kekuatan dan tidak memiliki pengaruh saat menjalin hubungan diluar kehidupan rumah atau dalam masyarakat. Namun sebaliknya dengn orangtua yang memiliki sosial ekonomiu lebih tinggi, mereka nampaknya lebih dapat mengontrol kehidupan mereka.

    Kemiskinan.

Kemiskinan membuat kesehatan fisik memburuk, kemampuan kognitif atau kecerdasan berkurang atau tidak berkembang optimal, kemampuan akademis menurun, putus sekolah, gangguan jiwa dan meningkatkan perilaku antisosial atau kenakalan. (Poulton dkk., 2000; Secombe, 2002; dalam Berk, 2005). Selain anak maka stres yang muncul secara terus menerus akibat kemiskinan ini membuat orangtua menjadi depresi, mudah marah, mudah tersinggung, dan pada akhirnya akan mengganggu perkembangan anak.

    Perbedaan budaya.


Masyarakat tempat seorang anak dilahirkan masih memberikan pengaruh yang paling besar. Setiap negara, setiap suku daya dalam suatu negara, memiliki cara-caranya tersendiri dalam memperlakukan seorang bayi dan anak , mereka juga memiliki harapan yang khas. Di satu sisi beberapa ahli menekankan pada adanya faktor genetik yang menyebabkan munculnya perbedaan. Sementara di sisi yang lain lebih menekankan kepada adanya perbedaan pola pengasuhan, mereka melihat bila anak-anak di Afrika ini mendapat perlakuan yang sama seperti anak-anak di Barat, maka mereka akan belajar berjalan dengan kecepatan yang sama.

Bila kita cermati, maka di seluruh dunia ini amat banyak perbedaan-perbedaan yang dapat kita amati, mengenai bagaimana cara-cara setiap budaya memperlakukan bayi-bayi yang baru lahir. Hampir semua bangsa, melalui sistem pendidikan di sekolah, secara didasari maupun tidak cenderung menekan anak-anak, agar mereka mematuhi nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakatnya. Bila mereka tidak patuh pada nilai-nilai tersebut, maka hukuman atau “label” tertentu akan diberikan pada anak tersebut.

    Ketangguhan (resiliency).

Ketangguhan (resiliency) adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu dan dengan kemampuan tersebut, individu mampu bertahan dan berkembang secara sehat serta menjalani kehidupan secara positif dalam situasi yang kurang menguntungkan atau penuh dengan tekanan. Hal lain yang perlu dipahami bahwa ketangguhan itu adalah suatu kemapuan yang dimiliki oleh anak karena adanya proses belajar. Saat seorang anak merasa tidak pasti maka mereka akan melihat kepada dean meminta dukungan kepada orangtuanya dengan tanda-tanda tertentu seperti adanya bahasa tubuh tertentu yang diberikan sebagai dukungan, sehingga mereka dapat berinteraksi dengan tepat. Dengan demikian, interprestasi anak terhadap situasi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar dipelajari dari bagaiman orangtua berinteraksi terhadap kebutuhan mereka.

Penelitian yang panjang dilakukan oleh banyak peneliti untuk melihat faktor-faktor apa yang melindungi seorang anak dari kerusakan yang ditimbulkan sebagai akibat dari lingkungan yang penuh dengan tekanan. Ditemukan adanya empat faktor utama, yaitu:

    Karakteristik pribadi.

Karakteristik bawaan seorang anak dapat mengurangi dampak negatif akibat paparan yang terus menerus dari situasi yang penuh dengan tekanan atau mengarahkan pada keadaan yang lebih buruk. Intelegensi yang tinggi dan bakat-bakat sosial yang bermanfaat merupakan faktor protektif.

    Pengasuhan yang penuh kehangatan.

Hubungan yang dekat dengan paling tidak salah satu orangtua yang penuh dengan kehangatan, meletakkan harapan yang tinggi dan tepat pada anak, memantau kegiatan anak dan menciptakan  lingkungan rumah yang dapat menumbuhkan ketangguhan pada anak. Faktor ini tidak dapat lepas dari karakteristik yang dimiliki oleh anak.

    Dukungan sosial selain keluarga inti.

Contohnya :  Aam memiliki paman  yang senang memperbaiki mobil serta memiliki bengkel kecil, meskipun sederhana namun keluarga paman beserta anaknya yang sebaya dengan Aam dengan tangan terbuka menerima kedatangan Aam setiap sabtu dan minggu ke bengkel mereka yang sederhana yang untuk turut membantu-bantu. Secara tidak didasari, paman dan keluarganya  menjadi model bagi Aam untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupan.

    Masyarakat yang perduli.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, kelompok keagamaan dan organisasi lainnya mengajarkan keterampilan-keterampilan sosial yang amat penting. Penelitian dalam bidang ketangguhan memperlihatkan hubungan yang komplek antara faktor bawaan dengan lingkungan. Apapun alasannya, maka satu hal yang perlu mendapatkan perhatian penuh adalah bahwa untuk mengoptimalkan perkembangan seorang anak, maka faktor resiko harus diperkecil dan faktor protektif diperkuat.

    Penanganan.

Orangtua tentu saja akan memerlukan bantuan pada ahli bila ternyata anaknya mengalami kelainan. Ada beberapa jenis yang disarankan, sebagai berikut:

    Penanganan Medis.


Penting bagi orangtua mengetahui dengan jelas apa efek samping dari obat yang akan diberikan  pada anak mereka.

    Terapi Bermain.


Terapi bermain adalah salah satu bentu psikoterapi yang digunakan bagi anak-anak lebih kecil untuk mengatasi keterbatasan verbal mereka.

    Terapi Perilaku.

Adalah mengajarkan anak perilaku baru dengan cara mengubah lingkungan, mengajarkan keterampilan baru atau mengubah proses kognitif dan emosional anak.

    Terapi Keluarga.


Dalam terapi ini semua anggota keluarga yang terkait, bukan hanya anak, bertemu bersama-sama dengan terapis dengan tujuan memecahkan masalah mereka.

    Fisioterapis.

Bagi anak-anak dengan kelainan yang memerlukan fungsi anggota tubuh meskipun kelainan-kelainan pada anak seringkali muncul bukan karena penyebab tunggal, maka kelainan pada anak harus didefinisikan dalam pemahaman penyimpang dari perilaku normal dan dibandingkan dengan pencapaian yang biasa dicapai oleh anak-anak lain dalam rentang usia yang sama.
 (Sumber: www.irwansahaja.blogspot.com)
Read More

Bimbingan Karir bagi Siswa Menengah Atas (SMA/SMU)

Bimbingan karir yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan,pengembangan dan pemecahan masalah-masalah karir seperti : pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi.Bimbingan karir juga merupakan layanan pemenuhan kebutuhan perkembangan individu sebagai bagian integral dari program pendidikan. Bimbingan karir terkait dengan perkembangan kemampuan kognitif, afektif maupun keterampilan individu dalam mewujudkan konsep diri yang positif, memahami proses pengambilan keputusan, maupun perolehan pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki system kehidupan social budaya yang terus menerus berubah.

Bimbingan karir merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depannya yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan. Dengan layanan bimbingan karir, individu mampu menentukan dan mengembil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab keputusan yang diambilnya sehingga mereka mampumewujudkan dirinya secara bermakna. Bimbingan karir adalah sebuah hal yang paling penting untuk mengarahkan siswa-siswa sesuai dengan minat dan potensi yang dimilikinya. Pemilihan karir yang tepat pada siswa, akan memberikan kepuasan dan akan meraih hasil yang maksimal.

Bimbingan karir juga merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling yang ada di sekolah-sekolah. Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.
Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk kehidupan yang diharapkan untuk menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tunutan pekerjaan / karir yang dipilihnya (Ruslan A.Gani : 11)

Menurut Herr bimbingan karir adalah suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:113).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.
Kekeliruan pada pemilihan karir, akan berdampak secara luas pada kehidupan seseorang selanjutnya, yang kemungkinan akan menurunkan prestasi bahkan frustasi dan gangguan psikologis, karena ketidakmampuan beradaptasi, hasil yang diperoleh tidak maksimal, tertutupinya bakat-bakat bawaan yang sebenarnya lebih dominan dan lain-lain.

Salah satu tempat yang paling tepat dalam pengarahan dan pencerahan pemilihan minat dan bakat (bimbingan karir) adalah pada saat usia remaja, sekitar usia sekolah menengah atas. Bahkan dirasakan, pemilihan karir pada usia ini adalah sebuah kewajiban untuk membantu siswa-siswa menentukan karirnya kedepan. Usia ini, merupakan pangkal dari masalah seseorang yang akan dijalaninya pada usia perkembangan selanjutnya.

Salah satu cara untuk mengarahkan dan membantu siswa memberikan bimbingan ini adalah dengan menggunakan tes psikologi. Tes psikologi untuk bimbingan karir, biasanya tidak hanya satu alat tes, tetapi beberapa tes yang akan di compare, untuk menentukan dan mengarahkan langkah apa yang seharusnya diambil oleh siswa dengan karirnya kedepan. Diharapkan dengan bimbingan karir ini, siswa lebih terfokus pada sesuatu yang memang diminatinya, berbakat dibidangnya dan mempunyai kemampuan tentangnya.

sumber : http://www.psychoshare.com/file-1987/psikologi-pendidikan/bimbingan-karir-bagi-siswa-smu.html
Read More

Psikologi Kepribadian Seseorang dari Gaya Selfie, Kamu Yang Mana ?

Budaya selfie telah melahirkan cara baru memperlihatkan citra diri di internet. Ya, kecanggihan telepon genggam dengan kualitas kamera yang tinggi membuat banyak orang gemar melakukan selfie. Tapi tahukah Anda bahwa gaya selfie mencerminkan kepribadian seseorang?
Nah, berikut ini adalah beberapa jenis kepribadian dilihat dari gaya selfie-nya seperti yang dilansir dari Times of India.


Couplie
Couplie yang merupakan kepanjangan dari couple selfie atau selfie bersama pasangan adalah salah satu gaya selfie yang populer. Orang yang sering melakukan couplie umumnya sangat bangga akan pasangannya dan ingin memperlihatkan kepada dunia kemesraan mereka.

Friend selfie
Orang yang gemar ber-selfie ria bersama teman-temannya biasanya merupakan pribadi yang easy going dan supel sehingga mereka memiliki begitu banyak teman dekat. Ia juga cenderung lebih sosial dan ingin berbagi momen menggembirakan pada banyak orang.

Make-up selfie
Merias wajah adalah salah satu hobi wanita yang paling umum. Nah, untuk para kaum hawa yang gemar melakukan selfie sehabis merias wajah, mereka biasanya ingin memperlihatkan kepiawaian mereka dalam hal make-up dan ingin terlihat cantik di depan orang-orang.

Belfie

Selfie yang satu ini lebih sering dilakukan para selebriti seperti Kim Kardashian dan Nicki Minaj yang gemar mengabadikan momen saat mengenakan pakaian super seksi.
Orang yang melakukan selfie semacam ini umumnya begitu mengagumi tubuhnya sendiri dan ia ingin dunia tahu bahwa ia memiliki tubuh yang seksi.

Braggie
Braggie juga sering disebut sebagai selfie yang dilakukan saat berlibur ke sebuah tempat. Ya, orang yang pergi berlibur dan banyak melakukan selfie cenderung memiliki hasrat untuk memamerkan liburannya kepada teman-teman di media sosial. Ia juga gemar membuat iri banyak orang.

No make-up selfie
Wanita yang melakukan selfie dengan wajah tanpa riasan adalah wanita yang percaya diri. Selfie tanpa riasan juga merupakan potret diri seorang wanita yang mencerminkan keyakinan dan kecantikan alami.

Filtered selfie
Jika Anda menggunakan filter sebelum mengunggah setiap selfie yang Anda lakukan, bisa jadi Anda bukan orang yang percaya diri akan penampilan diri sendiri.
Anda juga cenderung menutupi kekurangan diri dan hanya ingin orang lain melihat Anda sebagai seseorang yang sempurna. Ini juga bisa menjadi tanda bahwa Anda tidak nyaman dengan penampilan diri sendiri.

Gym selfie

Olahrga memang telah menjadi tren bagi kaum urban di kota-kota besar. Tentu saja, tren ini tidak luput dari lensa kamera.

Mereka yang gemar melakukan selfie saat di gym atau saat berolahraga biasanya ingin memperlihatkan kebiasaan sehat kepada orang-orang. Banyak pula yang ingin memamerkan otot atau tubuh indah mereka untuk menarik lawan jenis. (Sumber: viva.co.id)
Read More

Bicara Cinta: Dalam Perspektif Psikologi Barat

Cinta” kata-kata ini bila didengar membuat siapa saja mendengarnya tersipu senyum malu. Bahkan ketika dalam kondisi marah sekalipun, mengucapkan kata cinta tetap melambangkan sebuah kebaikan, bagi pengucap dan pendengarnya. Tulisan ini dikemas secara eksklusif, sistematis dan ditulis dalam sudut pandangan akademis. Tulisan ini merupakan kajian kritis terhadap sub tema dalam karya Dr. Lynn Wilcox. Dalam tulisan ini penulis mengungkap hakikat cinta dari perspektif psikologi Barat.

Fromm menyatakan bahwa cinta sejati memiliki beberapa elemen diantaranya: kepeduliaan, tanggung jawab, rasa menghargai dan pengetahuan. Leo Buscagla menyatakan bahwa cinta yang sempurna adalah jika seseorang memberikan segalanya dan tidak mengharapkan apa-apa dan tidak meminta apa-apa, dia tidak akan pernah merasa dicampakkan atau dikecewakan. Lebih lanjut menurut Fromm cinta dan diri adalah satu kesatuan, pertemuan keduannya merupakan realisasi dari kedua hal tersebut.

Lebih lanjut Fromm menyatakan bahwa seseorang yang mampu mencintai adalah seseorang yang mampu mencintai dirinya sendiri, jika dia tidak mampu mencintai dirinya sendiri, maka dia tidak bisa mencintai sama sekali. Theodor Reik menyatakan bahwa cinta merupakan usaha untuk menenangkan tekanan dalam diri, mengurangi ketidaksesuaian dalam diri, menggantikan objek cinta untuk ego ideal.

Lebih lanjut menurut Rollo May ada empat macam cinta dalam kebudayaan Barat yang terkait dengan kebudayaan Yunani Kuno. Pertama adalah sex (nafsu, libido). Kedua adalah eros (dorongan cinta untuk mencipta, keinginan menuju bentuk tertinggi suatu hubungan). Ketiga, cinta pada saudara philia. Keempat adalah agape (memberi tanpa meminta, seperti bentuk cinta Tuhan pada manusia). Dalam pandangan May, macam cinta yang sesungguhnya terletak pada bentuk sex dan eros.

Hal ini senada dengan John Ciardi menyatakan bahwa cinta adalah kata yang digunakan untuk melambangkan kegembiraan seksual pada usia muda, kebiasaan pada usia tengah dan ketergantungan mental pada usia senja. Di Amerika Serikat, secara ekonomis cinta romantik sangat menguntungkan. Bermilyar-milyar uang telah dikeluarkan untuk membeli produk dari iklan yang menjanjikan dapat membuat seseorang lebih menarik sebagai kekasih. Lebih lanjut penelitian yang dilakukan oleh Berscheid yang menyimpulkan bahwa cinta yang romantik di Amerika Serikat adalah 90% hasrat seksual. Sehingga jelas bahwa produk “cinta” yang dijual oleh produsen adalah murni hasrat seksual.

Berdasarkan penjelasan mengenai kajian cinta dalam perspektif psikologi Barat. Penulis memberikan pandangan terhadap pendapat tokoh psikologi Barat. Cinta dalam pandangan psikologi Barat merupakan hubungan lawan jenis yang berbentuk hubungan seksual. Sehingga bentuk cinta kepada saudara dan kecintaan terhadap Tuhan semuanya dikesampingkan, bukanlah hal yang menjadi fokus dalam kehidupan manusia. Ada pertanyaan besar yang dapat diajukan dalam kajian ini. Apakah konsep cinta yang terfokus pada bentuk hasrat seksual dapat diterapkan di belahan bumi Timur ?.

Bahkan seorang ilmuwan psikologi mengkritik hakikat cinta dari pandangan psikologi Barat. Ashley Montague menyatakan bahwa kata cinta telah digunakan dalam bayak arti yang sangat merendahkan, sehingga arti buruk telah menutupi yang baik.

Oleh: Iredho Fani Reza, S.Psi.I
Kandidat Master Bidang Psikologi Islam
Sekolah Pascasarjana UIN Syraif Hidayatullah Jakarta
iredhofanireza@rocketmail.com

Referensi Lanjutan:
Tulisan ini merupakan kajian terhadap karya yang ditulis oleh Lynn Wilcox dengan judul Critism of Islam Psychology dengan sub tema tentang Love. Lebih lanjut buku karya Wilcox telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Wilcox, Lynn, Psikologi Kepribadian. Terjm. Kumalahadi P. Judul Asli: Critism of Islam Psychology. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013

sumber : http://www.psychoshare.com/file-2005/psikologi-dewasa/bicara-cinta-dalam-perspektif-psikologi-barat.html
Read More

Persiapan Cara Sukses Dunia Kerja? Lakukan hal ini saat Kuliah!

Pada kenyataannya pendidikan saat ini dijadikan sebagai alat agar kita mampu bertahan hidup, mampu bersaing dengan individu lain, dan mampu menghadapi tantangan global. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin tinggi pendidikan maka akses menuju kesejahteraan hidup akan meningkat. Tetapi, kita tidak bisa mengelak bahwa ternyata ada pula orang-orang berpendidikan tinggi tetapi tidak secermelang yang diharapkan kehidupan paska kampusnya. Setelah lulus tentu saja para freshgraduate ini akan sibuk mencari lowongan kerja, sebagian para pencari kerja ini memperoleh pekerjaan yang diinginkan hanya dalam 1-2 bulan setelah lulus, adapun yang memperoleh kerja 6 bulan-1 tahun, adapun menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kerja. Setelah memasuki dunia kerjapun ternyata nasib karier seseorang berbeda. Ada yang cepat naik jabatan, ada pula yang mandeg. Lalu apa saja hal-hal yang menjadikan freshgraduete berbeda setelah lulus? Hal ini tidak lepas dari apa yang diperoleh saat kuliah.

Masa kuliah adalah masa pembentukan pola paten perilaku, kebiasaan, dan cara berfikir yang akan dibawa sampai hari tua. Hal ini disebabkan usia individu paska kuliah sudah memasuki fase dewasa yang mana pada fase ini pola manusia secara karakteristik sudah terbentuk dan tidak plastis sebagaimana anak-anak. Masa kuliah adalah masa yang penuh pilihan, baik pilihan yang akan memberikan peluang maupun hambatan di masa berikutnya. Kehidupan ini adalah seleksi alam, kepunahan dinausaurus adalah akibat ketidakmampuan beradaptasi hewan tersebut dengan lingkungan. Untuk itu, masa kuliah harus dikelola dengan baik agar saat memasuki dunia kerja kita dapat beradaptasi dengan baik serta mampu bertahan ditengah persaingan.

Berorganisasi tidak asal organisasi

Dunia kerja adalah dunia yang mengaplikasikan sistem struktur mekanis. Apa itu struktur mekanis ? Struktur mekanis adalah sebuah tipe struktur pada lembaga yangmana individu dalam lembaga tersebut memiliki jabatan, fungsi dan tugas-tugas yang jelas, serta sistem kerja seperti gear, matinya satu roda gear akan mematikan seluruh kinerja. Nah, hal inilah yang tidak dibelajarkan dikelas, saat teman kita nilai ujian E/ performanya buruk di kelas tidak akan berpengaruh pada sistem kelas. Berbeda dengan sistem pada organisasi, satu departemen tidak menjalankan tugasnya dengan baik akan mempengaruhi departemen yang lain dan mempengaruhi keberlangsungan organisasi, dalam dunia organisasi kita diajarkan dalam situasi tuntutan kerjasama yang tinggi, kerja cepat dan tepat. Sehingga, teman-teman yang berorganisasi saat kuliah sudah memiliki bekal untuk beradaptasi dalam situasi seperti ini.

Selanjutnya dunia kerja memiliki persaingan yang keras hanya orang-orang kreatif, inovatif dan inisitatif. Hal ini disebabkan oleh perusahaan atau institusi selalu berorientasi pada pencapaian tujuan, sehingga perusahaan akan terus melakukan modifikasi produk, tentu saja hal ini menuntut individu dalam organisasi yang penuh kreatif, inovatif dan inisitatif.Teman-teman yang saat kuliah berkecimpung dalam organisasi tidak akan kaget dan biasanya memiliki banyak gagasan, hal ini karena mereka sudah terlatih. Berorganisasi saat kuliah tentu saja tidak asal organisasi, maksudnya adalah berorganisasi memiliki tujuan untuk belajar banyak hal, memiliki banyak jaringan yang selanjutnya akan dijelaskan pada poin ke dua

Jaringan sesuai rencana karier

Jaringan sebagai agen penting untuk promosi diri terutama jaringan sesuai rencana karier. Jaringan dapat diperoleh melalui berbagai cara diantaranya berorganisasi, gabung komunitas, terhubung di sosial media, mengikuti berbagai forum diskusi. Jaringan pada dasarnya adalah komponen penunjang yang tidak bisa dihiraukan, saat terhubung dengan jaringan ada baiknya kita tidak membuang waktu. Manfaatkan momen dengan jaringan sebagai ajang promosi diri, berikan kesan terbaik, ramahlah, dan jadi pribadi yang menyenangkan serta tunjukan bahwa anda orang yang berkualitas

Pengalaman extra ordinary

IPK tinggi adalah hal yang memang tidak bisa disepelekan tetapi ini terlalu biasa, begitu juga dengan berorganisasi, banyak sekali teman-teman di sekitar kita yang menekuni berbagai organisasi. Sehingga, untuk menjadi lebih unggul dibandingkan yang lain lakukan pengalaman yang extra ordinary yang tidak banyak teman-teman kampus lakukan semisal nilai TOEFL tinggi dan mengikuti program exchange, short course, memiliki talenta dalam disain, menjuarai lomba, mengikuti konferensi, menerbitkan buku/tulisan. Pengalaman extra ordinary inilah yang akan membekali softskill yang tidak diajarkan di dalam kelas

Makan-makanan sehat dan perhatikan kesehatan

Inilah yang paling banyak mahasiswa sepelekan . Padahal, kesehatan adalah investasi jangka panjang. Salah satu penyebab kegagalan freshgraduete dalam rangkaian proses seleksi kerja adalah pada Medical Test atau tes kesehatan. Pada tahapan tes ini calon karyawan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, tes darah, dllserta diprediksikan potensi serta resiko kesehatan yang mana hasil tes yang dilakukan dokter ini akan menjadi rujukan bagi perusahaan untuk menerima atau menolak calon karyawan tersebut. Sakit tidak terjadi begitu saja, melainkan ada proses dimana individu mengabaikan salah satu aspek kesehatan dan tidak memperhatikan faktor-faktor resiko sakit.

Penulis : Ditta Nisa Rofa (Student of Gadjah Mada University)
Read More

Kepribadian Marxian Menurut Erich Fromm (Bagian 1)

Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The economic philosophical manuscripts yang ditulis pada tahun 1944. Tema dasar ulisan Fromm adalah orang yang merasa kesepian dan terisolasi karena ia dipisahkan dri alam dan orang-orang lain. Kedaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang, itu adalah situasi khas manusia.

Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1900. Ia belajar psikologi dan sosiologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenla waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mesngajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.

Fromm dapat digelari teoritis kepribadian Marxian, pandangannya sangat dipengaruhi oleh Karl Marx. Nama teorinya “humanis dialetik,” karena ingin menunjukan perhatiannya terhadap perjuangan manusia yang tidak pernah menyerah untuk memperoleh martabat dan kebebasan, kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan orang lain. Berikut ini kita akan mengulas lebih dalam mengenai teori-teori Fromm.

KONDISI EKSISTENSI MANUSIA


DILEMA EKSISTENSI

Menurut Fromm, hakekat manusia juga bersifat dualistic. Empat dualistic dalam diri manusia menurutnya:

Manusia sebagai binatang dan sebagai manusia
Manusia sebagai binatang memiliki banyak kebutuhan fisiologik. Manusia sebagai manusia memiliki kebutuhan kesadaran diri.

Hidup dan mati
Manusia telah mengetahui dia akan mati, tetapi berusaha mengingkarinya.

Ketidaksempurnaan dan kesempurnaan
Manusia mampu mengkonsepsikan realisasi-diri yang sempurna, tetapi karena hidup itu pendek kesempurnaan tidak dapat dicapai.

Kesendirian dan kebersamaan
Manusia adalah pribadi yang mandiri, sendiri, tetapi manusia juga tidak bisa menerima kesendirian.

Dua cara menghindari dilema eksistensi:

– Menerima otoritas

– Menciptakan ikatan dan tanggung jawab bersama

KEBUTUHAN MANUSIA


Dua kelompok kebutuhan;

Kebutuhan menjadi bagian dari sesuatu dan menjadi otonom
Kebutuhan memahami dunia, bertujuan dan memanfaatkan sifat unik manusia
Kebutuhan kebebasan dan keterikatan
Keterhubungan (relatedness)
Kebutuhan mengatasi perasaan kesendirian dan terisolasi dari alam dan dari dirinya sendiri. Bergabung dengan makhluk lain yang dicintai.
2. Keberakaran (rootedness)
Kebutuhan keberakaran adalah kebutuhan untuk memiliki ikatan-ikatan yang membuatnya merasa krasaan di dunia. Dua alasan manusia menjadi asing dengan dunianya, (a) direnggut dari akar-akar hubungannya oleh situasi (b) fikiran dan kebebasan yang dikembangkannya sendiri justru memutus ikatan alami dan menimbulkan perasaan isolasi.

3. Menjadi pencipta (transcendency)
Orang membutuhkan peningkatan diri, berjuang untuk mengatasi sifat pasif dikuasai alam menjadi aktif, bertujuan dan bebas, dari makhluk ciptaan menjadi pencipta.

4. Kesatuan (unity)
Kebutuhan untuk mengatasi eksistensi keterpisahan antara hakekat binatang dan non binatang dalam diri seseorang. Orang dapat mencapai unitas, kalau hakekat kebinatangan dan kemanusiaan itu bisa didamaikan.

5. Identitas (identity)
Kebutuhan untuk menjadi “aku” kebutuhan untuk sadar dengan dirinya sendiri sebagai sesuatu yang terpisah. Orang sehat memiliki perasaan identitas yang otentik.

Kebutuhan untuk memahami dan beraktivitas
Kerangka orientasi (frame of orientation)
Kerangka orientasi adalah seperangkat keyakinan mengenai eksistensi hidup, perjalanan hidup-tingkahlaku bagaimana yang harus dikerjakannya, yang mutlak dibutuhkan untuk memperoleh kesehatan jiwa.

2. Kerangka kesetiaan (frame of devotion)
Kebutuhan untuk memiliki tujuan hidup yang mutlak;Tuhan. Kerangka pengabdian adalah peta yang mengarahkan pencarian makna hidup, menjadi dasar dari nilai-nilai dan titik puncak dari semua perjuangan.

3. Keterangsangan-stimulasi (excitation-stimulatioan)
Kebutuhan untuk melatih sistem syaraf, memanfaatkan kemampuan otak.

4. Keefektivan (effectivity)
Kebutuhan untuk menyadari eksistensi diri melawan perasaan tidak mampu dan melatih kompetensi/kemampuan.

Fromm: orang yang mentalnya sehat adalah yang mampu bekerja produktif sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya, sekaligus mampu berpartisipasi dalam kehidupan social yang penuh cinta. Menurutnya normalitas adalah keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan kebahagiaan (kebersamaan) dari individu.

Dua cara untuk memperoleh makna dan kebersamaan dalam kehidupan.

Mencapai kebebasan positif, berusaha menyatu dengan orang lain tanpa mengorbankan kebeban dan integritas pribadi.
Memperoleh rasa aman dengan meninggalkan kebebasan dan menyerahkan bulat-bulat individualitas dan integritas diri kepada sesuatu yang dapat memberi rasa aman. Tiga mekanisme pelarian:
Otoritarianisme (autboritarianism)
Kecenderungan untuk menyerahkan kemandirian diri dan menggabungkannya dengan seseorang atau sesuatu diluar dirinya, untuk memperoleh kekuatan yang dirasakan tidak dimilikinya. Masokisme merupakan bentuk tersembunyi dari perjuangan memperoleh cinta dan kesetiaan, tetapi tidak memberi sumbangan positif kekemandirian. Ada tiga jenis sadism yang saling berkaitan. Sadism merupakan bentuk neorotik yang lebih parah dan lebih berbahaya dibanding masokisme.

Perusakan (destructiveness)
Destruktif mencari kekuatan tidak melalui membangun hubungan dengan pihak luar, tetapi melalui usaha membalas/merusak kekuatan orang lain. Psikoneurosis dan bunuh diri adalah strategi pelarian dari ketakutan menjadi manusia bebas.

Penyesuaian (conformity)
Konformis tidak pernah mengekspresikan opini dirinya, menyerahkan diri kepada standar tingkahlaku yang diharapkan, dan sering tampil diam dan mekanis. Orang hanya dapat memecah lingkaran penyesuaian dengan ketakberdayaan ini kalau bisa mencapai realisasi-diri atau kebebasan yang positif.

TRIPOLOGI SOSIAL KARAKTER SOSIAL


Fromm: karakter manusia berkembang berdasarkan kebutuhan mengganti insting kebinatangan yang hilang ketika mereka berkembang tahap demi tahap. Karakter, tidak berubah lintas waktu, membuat manusia mampu berfungsi di dunia yang terus menerus memberi stimulus tanpa harus berhenti memikirkan apa yang harus dikerjakan.

Fromm: karakter berkembang dan dibentuk oleh “social arrangements”.Fromm membedakan 2 karakter social dalam pasangan, productiveness dan nonproductiveness.

KARAKTER DAN MASYARAKAT


Orientasi market adalah produk masyarakat dewasa ini yang peluang interprenernya dikurangi, dan orang harus menyesuaikan diri ke dalam organisasi yang besar dan memerankan peran yang dikehendaki organisasi. Masyarakat membentuk karakter pribadi melalui orangtua dan pendidik yang membuatanak bersedia bertingkahlaku seperti yang dikehendaki masyarakat. Fromm: tidak semua kebutuhan manusia harus dipuaskan; jika saja jumlah materi yang dapat dimiliki hanya sedikit dan insentif untuk mendapatkannya juga sedikit, mungkin akan bebas untuk memuaskan dirinya secara lebih kreatif.


APLIKASI SOSIALISME KOMUNITARIAH HUMANISTIK (HUMANISTIC COMMUNITARIAN SOCIALISM)

Empat proposisi Fromm mengenai hubungan seseorang dengan masyarakat:


  1. Manusia mempunyai kodrat esensial social bawaan
  2. Masyarakat diciptakan manusia untuk memenuhi kodrat esensial bawaan ini
  3. Tidak satupun bentuk masyarakat yang pernah diciptakan manusia berhasil memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar eksistensi manusia
  4. Adalah mungkin menciptakan masyarakat semacam ini

Masyarakat yang disarankan Fromm adalah humanistic communitarian socialism. Dalam masyarakat semacam itu orang mencapai perasaan diri dan mampu berbuat kreatif ali-alih destruktif. Ada “humanistic management” (sistem yang mirip dengan temu kota di New England). Ide Fromm mungkin bagus tetapi banyak yang tidak dapat dilaksanakan.

KARAKTER MASYARAKAT

1957, Fromm melakukan penelitian di sebuah desa di Meksiko mengenai karakter masyarakat. Ada dua kesimpulan penting.

Ternyata masyarakat memiliki tiga jenis karakter

  1. Productive-boarding
  2. Nonproductive-receptive
  3. Productive-exploitative

Karakter pribadi dan karakter social berhubungan timbale balik. Karakter pribadi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh struktur social dan perubahan-perubahan social.

PSIKOTERAPI: PSIKOANALISIS HUMANISTIK

Fromm mengembangkan sistem terapi sendiri, (psikoanalisis humanistic). Menurutnya tujuan klien dalam terapi adalah memahami diri sendiri dan mencari kepuasan dari kebutuhan dasar kemanusiaannya, karena itu terapi harus dibangun melalui hubungan pribadi antara terapis dengan kliennya. Menurutnya terapis tidak seharusnya terlalu ilmiah dalam memahami kliennya. Hanya dengan sikap keterhubungan orang lain dapat benar-benar dimengerti. Klien hendaknya tidak dilihat sebagai orang sakit, tetapi diterima sebagai manusia dengan kebutuhan-kebutuhannya yang tidak berbeda dengan kebutuhan terapis.

EVALUASI


Inti dari semua tulisan Fromm adalah mengungkap hakekat manusia. Pendekatan Fromm pada kepribadian mempunyai perspektif dan proposisi yang luas. Menyerap informasi dari disiplin lain. Baginya psikologi bukan saja ilmu yang aplikatif pada semua ranah kemanusiaan, tetapi sebagai ilmu psikologi juga memasukkan semua fikiran yang berkenaan dengan kemanusiaan.

Data penelitian Meksiko muncul sesudah teori dikembangkan, bukan sebelumnya. Teori Fromm yang dikembangkan melalui filsafat dualistic akhirnya disikapi secara dualistic. Tahun 1950-an orang belum dianggap ilmuwan kalau belum membaca Escape From Freedom. Selama 30 tahun terakhir dalam literature psikologi, hanya ada enam penelitian yang dimaksudkan menguji asumsi-asumsi dalam teori Fromm. (Sumber: wwwirwansahaja.blogspot.com)

(Sumber: www.irwansahaja.blogspot.com)
Read More

Teknik Umum Konseling Individual

Teknik umum merupakan teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahapan-tahapan konseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis teknik umum, diantaranya :

1. Perilaku Attending

Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup komponen kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan. Perilaku attending yang baik dapat :
  • Meningkatkan harga diri klien.
  • Menciptakan suasana yang aman
  • Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas.
Contoh perilaku attending yang baik :
  • Kepala : melakukan anggukan jika setuju
  • Ekspresi wajah : tenang, ceria, senyum
  • Posisi tubuh : agak condong ke arah klien, jarak antara konselor dengan klien agak dekat, duduk akrab berhadapan atau berdampingan.
  • Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah, menggunakan tangan sebagai isyarat, menggunakan tangan untuk menekankan ucapan.
  • Mendengarkan : aktif penuh perhatian, menunggu ucapan klien hingga selesai, diam (menanti saat kesempatan bereaksi), perhatian terarah pada lawan bicara.
Contoh perilaku attending yang tidak baik :
  • Kepala : kaku
  • Muka : kaku, ekspresi melamun, mengalihkan pandangan, tidak melihat saat klien sedang bicara, mata melotot.
  • Posisi tubuh : tegak kaku, bersandar, miring, jarak duduk dengan klien menjauh, duduk kurang akrab dan berpaling.
  • Memutuskan pembicaraan, berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk memberi kesempatan klien berfikir dan berbicara.
  • Perhatian : terpecah, mudah buyar oleh gangguan luar.

2. Empati

Empati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasa dan berfikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati dilakukan sejalan dengan perilaku attending, tanpa perilaku attending mustahil terbentuk empati.

Terdapat dua macam empati, yaitu :

1. Empati primer, yaitu bentuk empati yang hanya berusaha memahami perasaan, pikiran dan keinginan klien, dengan tujuan agar klien dapat terlibat dan terbuka.Contoh ungkapan empati primer :” Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda”. ” Saya dapat memahami pikiran Anda”.” Saya mengerti keinginan Anda”.
2. Empati tingkat tinggi, yaitu empati apabila kepahaman konselor terhadap perasaan, pikiran keinginan serta pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Keikutan konselor tersebut membuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hati yang terdalam, berupa perasaan, pikiran, pengalaman termasuk penderitaannya. Contoh ungkapan empati tingkat tinggi : Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan, dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu”.

3. Refleksi

Refleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbalnya. Terdapat tiga jenis refleksi, yaitu :

  • Refleksi perasaan, yaitu keterampilan atau teknik untuk dapat memantulkan perasaan klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan adalah ….”
  • Refleksi pikiran, yaitu teknik untuk memantulkan ide, pikiran, dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien.Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan…”
  • Refleksi pengalaman, yaitu teknik untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan suatu…”

4. Eksplorasi

Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin, menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam. Seperti halnya pada teknik refleksi, terdapat tiga jenis dalam teknik eksplorasi, yaitu :

  • Eksplorasi perasaan, yaitu teknik untuk dapat menggali perasaan klien yang tersimpan. Contoh :” Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan ….”
  • Eksplorasi pikiran, yaitu teknik untuk menggali ide, pikiran, dan pendapat klien. Contoh : ” Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih lanjut ide Anda tentang sekolah sambil bekerja”.
  • Eksplorasi pengalaman, yaitu keterampilan atau teknik untuk menggali pengalaman-pengalaman klien. Contoh :” Saya terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui Namun saya ingin memahami lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap pendidikan Anda”

5. Menangkap Pesan (Paraphrasing)

Menangkap Pesan (Paraphrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali esensi atau initi ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan utama klien, mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana, biasanya ditandai dengan kalimat awal : adakah atau nampaknya, dan mengamati respons klien terhadap konselor. Tujuan paraphrasing adalah : (1) untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien; (2) mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan ; (3) memberi arah wawancara konseling; dan (4) pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien.

Contoh dialog :

Klien : ” Itu suatu pekerjaan yang baik, akan tetapi saya tidak mengambilnya. Saya tidak tahu mengapa demikian ? ”
Konselor : ” Tampaknya Anda masih ragu.”

6. Pertanyaan Terbuka (Opened Question)

Pertanyaan terbuka yaitu teknik untuk memancing siswa agar mau berbicara mengungkapkan perasaan, pengalaman dan pemikirannya dapat digunakan teknik pertanyaan terbuka (opened question). Pertanyaan yang diajukan sebaiknya tidak menggunakan kata tanya mengapa atau apa sebabnya. Pertanyaan semacam ini akan menyulitkan klien, jika dia tidak tahu alasan atau sebab-sebabnya. Oleh karenanya, lebih baik gunakan kata tanya apakah, bagaimana, adakah, dapatkah.

Contoh : ” Apakah Anda merasa ada sesuatu yang ingin kita bicarakan?  ”

7. Pertanyaan Tertutup (Closed Question)

Dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka, dalam hal-hal tertentu dapat pula digunakan pertanyaan tertutup, yang harus dijawab dengan kata Ya atau Tidak atau dengan kata-kata singkat. Tujuan pertanyaan tertutup untuk : (1) mengumpulkan informasi; (2) menjernihkan atau memperjelas sesuatu; dan (3) menghentikan pembicaraan klien yang melantur atau menyimpang jauh. Contoh dialog :

Klien : ”Saya berusaha meningkatkan prestasi dengan mengikuti belajar kelompok yang selama ini belum pernah saya lakukan”.
Konselor: ”Biasanya Anda menempati peringkat berapa ? ”.
Klien : ” Empat ”
Konselor: ” Sekarang berapa ? ”
Klien : ” Sebelas ”

8. Dorongan minimal (Minimal Encouragement)

Dorongan minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikemukakan klien. Misalnya dengan menggunakan ungkapan : oh…, ya…., lalu…, terus….dan…

Tujuan dorongan minimal agar klien terus berbicara dan dapat mengarah agar pembicaraan mencapai tujuan. Dorongan ini diberikan pada saat klien akan mengurangi atau menghentikan pembicaraannya dan pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan atau pada saat konselor ragu atas pembicaraan klien. Contoh dialog :

Klien : ” Saya putus asa… dan saya nyaris… ” (klien menghentikan pembicaraan)
Konselor: ” ya…”
Klien : ” nekad bunuh diri”
Konselor: ” lalu…”

9. Interpretasi

Yaitu teknik untuk mengulas pemikiran, perasaan dan pengalaman klien dengan merujuk pada teori-teori, bukan pandangan subyektif konselor, dengan tujuan untuk memberikan rujukan pandangan agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan baru tersebut. Contoh dialog :

Klien : ” Saya pikir dengan berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua merupakan bakti saya pada keluarga, karena adik-adik saya banyak dan amat membutuhkan biaya.”
Konselor : ” Pendidikan tingkat SMA pada masa sekarang adalah mutlak bagi semua warga negara. Terutama hidup di kota besar seperti Anda. Karena tantangan masa depan makin banyak, maka dibutuhkan manusia Indonesia yang berkualitas. Membantu orang tua memang harus, namun mungkin disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong akan meninggalkan SMA”.

10. Mengarahkan (Directing)

Yaitu teknik untuk mengajak dan mengarahkan klien melakukan sesuatu. Misalnya menyuruh klien untuk bermain peran dengan konselor atau menghayalkan sesuatu.

Klien : ” Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. Saya tak dapat lagi menahan diri. Akhirnya terjadi pertengkaran sengit.”
Konselor : ” Bisakah Anda mencobakan di depan saya, bagaimana sikap dan kata-kata ayah Anda jika memarahi Anda.”

11. Menyimpulkan Sementara (Summarizing)

Yaitu teknik untuk menyimpulkan sementara pembicaraan sehingga arah pembicaraan semakin jelas. Tujuan menyimpulkan sementara adalah untuk : (1) memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik dari hal-hal yang telah dibicarakan; (2) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap; (3) meningkatkan kualitas diskusi; (4) mempertajam fokus pada wawancara konseling. Contoh :

” Setelah kita berdiskusi beberapa waktu alangkah baiknya jika simpulkan dulu agar semakin jelas hasil pembicaraan kita. Dari materi materi pembicaraan yang kita diskusikan, kita sudah sampai pada dua hal: pertama, tekad Anda untuk bekerja sambil kuliah makin jelas; kedua, namun masih ada hambatan yang akan hadapi, yaitu : sikap orang tua Anda yang menginginkan Anda segera menyelesaikan studi, dan waktu bekerja yang penuh sebagaimana tuntutan dari perusahaan yang akan Anda masuki.”
Sumber:

Sofyan S. Willis. 2004.Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta

H.M. Arifin. 2003. Teori-Teori Konseling Agama dan Umum. Jakarta. PT Golden Terayon Press.

Sugiharto.(2005. Pendekatan dalam Konseling (Makalah). Jakarta : PPPG

Lesmana, J.M. 2005. Dasar-dasar Konseling. Jakarta : UI-Press
May Rollo.2003. The Art of Counseling. New Jersey : Prentice Hall, Inc
Prayitno. 2005. Layanan Konseling Perorangan. Padang : FIP Universitas Negeri Padang
Read More