Mampus! Duduk Berjam-Jam Bisa Sebabkan Gangguan Otak

Waspada jika Anda terbiasa duduk dalam waktu lama! Peneliti kembali menemukan bahaya di balik kebiasaan tersebut. Duduk selama berjam-jam bisa menyebabkan Gangguan Otak karena aliran darah ke otak menjadi terhambat.

Dilansir dari New York Times, kondisi ini bisa mempengaruhi kesehatan dan menimbulkan Gangguan Otak dalam jangka waktu yang panjang. Konsep dasarnya, otak membutuhkan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah sehingga dapat bekerja secara normal. Jika aliran darah menuju otak terhambat atau tidak lancar,  maka dalam waktu dekat menyebabkan sulit berkonsentrasi dan mengingat sesuatu.



Bahayanya Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan penyakit neurodegeneratif seperti kemunduran kerja otak atau demensia. Penelitian yang dilakukan oleh Liverpool John Moores University di Inggris yang melibatkan 15 responden dewasa pekerja kantoran menunjukkan, melakukan sedikit gerakan saat seseorang sudah duduk terlalu lama bisa sangat membantu kinerja otak.

Gerakan yang dimaksud adalah berjalan-jalan. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan perihal kapan dan berapa lama kita seharusnya melakukan aktivitas lain selain duduk.

"Hanya dengan berjalan-jalan sejenak selama 2 menit setiap 30 menit kita duduk dapat mengurangi risiko otak kita kekurangan asupan nutrisi dan oksigen yang didapatkan dari darah," kata salah satu pemimpin penelitian di Liverpool John Moores University, Inggris, Sophie Carter. Itulah tips mengatasi Gangguan Otak akibat duduk terlalu lama.

Apa hubungan duduk terhadap kesehatan otak manusia?


Otak merupakan organ penting yang menjadi pusat perintah dan sistem saraf manusia. Itu sebabnya, jika terjadi sesuatu yang memengaruhi organ-organ tubuh misalnya gangguan metabolisme tubuh dan sirkulasi darah, maka bisa berdampak negatif pada otak Anda. Begitu pula sebaliknya, bila ada masalah pada otak tentunya akan menghambat kerja organ-organ tubuh yang lainnya.

Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan guna mengetahui lebih lanjut bagaimana bahaya duduk terlalu lama memiliki dampak jangka panjang terhadap kerja otak. Penting untuk diingat, seseorang yang mengalami penipisan lobus temporalis medial otak tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan duduk yang terlalu lama.

Tapi bisa saja karena orang tersebut kurang aktif baik secara fisik maupun sosial, memiliki ruang gerak yang terbatas, melakukan pekerjaan rutin yang kurang merangsang pergerakan tubuh, ataupun karena kondisi lain yang dapat memengaruhi kesehatan otak.

Bagaimana cara mengurangi risiko bahaya jika memang harus duduk lama?


Pada dasarnya, tubuh tidak dirancang untuk terus-menerus duduk dalam waktu yang lama. Tetap harus ada pergerakan fisik guna mendukung kerja tulang, otot, serta organ-organ tubuh.

Maka itu, jika kegiatan sehari-hari Anda mewajibkan untuk duduk dalam waktu yang tidak sebentar, Anda bisa melakukan trik berikut ini untuk mengurangi risiko bahaya duduk terlalu lama:

Terapkan posisi duduk tegak


Jika Anda memang harus duduk dalam waktu yang lama – entah karena pekerjaan ataupun hal lainnya. Sebaiknya hindari bersandar dan membungkuk maju ke arah meja, bila Anda duduk di depan meja. Sebagai gantinya, duduklah dengan posisi badan yang tegak.

Atur waktu untuk istirahat


Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine, menyarankan agar orang-orang yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk setiap harinya, untuk meluangkan waktu dengan berdiri kemudian berjalan dan melakukan peregangan ringan setidaknya setiap dua jam sekali.

bac ajuga : Apakah Tinggi Badan bisa naik dan turun Dalam 1 Hari ?

Gunakan meja kerja berdiri




Bila setiap harinya Anda selalu menggunakan meja kerja yang dilengkapi dengan kursi duduk, cobalah sesekali untuk bekerja pada meja kerja berdiri yang akan mengharuskan Anda untuk mengerjakan pekerjaan dalam keadaan tegak.

Alternatif lainnya, Anda bisa mengganti kursi favorit dengan exercise ball atau bola gym. Dengan begini, Anda bisa duduk dalam keadaan tegak dan diiringi dengan tubuh yang tetap melakukan pergerakan.

Memerangi kurangnya aktivitas fisik


Setelah itu, para tim peneliti akan melakukan pemindaian otak secara khusus di bagian lobus temporal medial. Bagian otak tersebut dianggap penting dalam membentuk ingatan seseorang.

Hasil pemindaian otak menunjukan bahwa para partispan yang menghabiskan waktu paling banyak untuk duduk memiliki struktur otak yang lebih tipis.

Perilaku yang menetap dan kurang bergerak meningkatkan risiko demensia dan penurunan kognitif. Meski dapat meningkatkan risiko tersebut, pihak peneliti tidak bisa menyalahkan sepenuhnya muncul penyakit tersebut akibat duduk.

Walaupun begitu, peneliti percaya bahwa gaya hidup yang tetap dan kurang gerak dapat dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes, serta kanker usus.

Aktivitas fisik bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah munculnya penyakit tersebut. Meski begitu, pihak peneliti yakin bahwa penelitian mereka masih perlu dikembangkan lagi karena masih memiliki kekurangan.

Oleh karena itu, mereka akan melakukan penelitian lebih lanjut sebagai cara untuk memerangi kurangnya aktivitas fisik.

https://lifestyle.sindonews.com/read/1336364/155/duduk-berjam-jam-bisa-menyebabkan-gangguan-pada-otak-1536282999


EmoticonEmoticon