Ketuban Pecah Dini di Usia kehamilan 7 bulan

Dok kakak saya sedang hamil 7 bulanan tapi sekarang mengeluarkan cairan-cairan terus dari vaginanya dok. Setelah diperiksa katanya ketuban bocor  Tapi dokter malah memberi obat dan menunggu 1 minggu. Bagaimana ya dok solusi terbaiknya ? Karena sangat takut kekeringan babynya

Jawaban Dokter  :


Salam,

Dari info yang Anda sampaikan, adanya cairan ketuban yang pecah di saat usia kehamilan 7 bulan atau sekitar 28 minggu menunjukkan suatu kondisi ketuban pecah dini preterm atau disebut juga dengan preterm prematur ruptur membran. Sehingga dengan kondisi preterm, atau kehamilan sebelum usia 37 minggu, maka kondisi janin secara umum belum memungkinkan untuk dilakukan kelahiran. Sehingga dokter akan melakukan evaluasi ketat dan berkala terhadap kondisi kehamilan kakak Anda.

Evaluasi dilakukan untuk mengusahakan persalinan dapat dilakukan sampai kehamilan masuk usia 34 minggu atau 8 bulan. Selama evaluasi Dokter akan memastikan kondisi janin, pertumbuhan janin, resiko gangguan suplai oksigen dan makanan, kesehatan ibu, resiko infeksi, kematangan paru janin ataupun denyut jantung janin.

Dengan demikian evaluasi berkala diharapkan dapat mengetahui kondisi gawat janin yang mungkin terjadi, namun bila tidak ditemui gawat janin, maka dokter dapat melanjutkan perawatan sampai sekitar usia kehamilan 34 minggu (atau 32 minggu) atau menurut dokter yang merawatnya.

baca juga : Bagaimana Tahu Mola Atau Hamil Normal ? Bagaimana Hasil USGnya?
Oleh karena itu, perlu diketahui langsung usia kehamilan secara pasti (dalam hitungan minggu) dan juga kondisi klinis yang ditemukan oleh dokter kandunganyang merawat kakak Anda. Sehingga sebaiknya kakak Anda dapat melanjutkan rencana dokter kandungannya sampai dokter menyatakan perlu nya persalinan langsung.


Penyebab Ketuban Pecah Dini


Jika tidak ditangani dengan baik maka akan mengakibatkan komplikasi serius. Untuk mencegah terjadinya ketuban pecah lebih awal sebelum waktunya, Moms perlu tahu apa yang menyebabkan hal ini. Menurut dr. Nurhasanah Puji Lestari, Sp.OG dari RSIA Brawijaya, ada beberapa faktor penyebabnya yaitu:

1. Infeksi rahim, lahir rahim dan vagina. Biasanya ibu mengalami keputihan tak normal dan keputihan yang disebabkan bakteri dan virus yang memengaruhi rahim. Jika Anda mengalami keputihan tidak normal dan banyak lebih baik konsultasikan dengan dokter ya, Moms, agar tidak berisiko mengalami ketuban pecah dini.

2. Infeksi saluran kemih yang ditandai dengan air kencing berwarna lebih keruh dan kemerahan karena darah.

3. Ketuban pecah lebih dini juga bisa disebabkan ibu terlalu lelah terutama di trimester 3.

4. Cairan di dalam ketuban terlalu banyak dan membuat ketuban pecah.

5. Berhubungan seks menjelang persalinan. Hal ini sebenarnya bagus dilakukan untuk merangsang terbukanya jalan lahir. Namun, tidak jarang malah mengakibatkan ketuban pecah lebih awal.


EmoticonEmoticon