Kenapa Kulit Jadi Hitam Setelah Onani ?

Seorang pasien menanyakan keluhannya tentang organ vitalnya, berikut pertanyaan sang pasien :

"Dok knapa kulit saya menjadi hitam sebagian deket ibu jari setelah onani"?

Jawaban dokter mengenai Kenapa Kulit Jadi Hitam Setelah Onani ?

Sebenarnya perlu dilihat secara langsung jari yang menghitam tersebut. Tetapi secara umum, kulit yang sering tergesek dalam waktu lama bisa semakin menebal dan semakin gelap. Namun masih ada penyebab lain yang dapat menyebabkan kulit menjadi gelap misalnya karena paparan sinar matahari, paparan bahan kimia, bekas luka/peradangan ataupun adanya kelainan kulit seperti infeksi jamur, melasma, lentigo, hingga kanker kulit (melanoma).

Jika bercak tersebut semakin meluas, berdarah, gatal mengelupas atau disertai gejala lain, sebaiknya Geral segera memeriksakannya ke dokter. Dokter akan memeriksanya secara langsung dan memberikan penanganan yang sesuai.

Masalah Yang Bisa Muncul Akibat Onani


  • Iritasi Kulit hingga fraktur penis

Onani bisa dibilang sebagai aktivitas seksual paling aman. Hal ini dikarenakan risiko untuk terkena penyakit menular seksual tidak akan terjadi selama Anda melakukannya sendiri.

Meski begitu, cedera bisa muncul dalam bentuk iritasi kulit jika Anda melakukan onani terlalu sering dan kasar. Risiko yang lebih berbahaya, onani dapat menyebabkan terjadinya fraktur penis yang disebabkan oleh adanya paksaan membengkokkan penis saat ereksi. Kondisi ini akan menyebabkan penis mengalami pembengkakan.

  • Terjangkit infeksi menular melalui alat bantu seks

Infeksi menular tidak akan terjadi jika Anda melakukan onani sendiri, namun, lain halnya jika Anda melakukan onani dengan menggunakan alat bantu seks yang telah dipakai orang lain yang ternyata terdeteksi mengalami penyakit infeksi menular seksual (IMS). Untuk itu, jika ingin menggunakan alat bantu seks atau mainan seks saat onani, pastikan bahwa alat yang akan Anda gunakan telah benar-benar bersih dan jangan dipinjami kepada orang lain. Biasakan mencucinya tiap setelah dipakai untuk meminimalkan terjangkit infeksi menular.

  • Alat kelamin mengalami pembengkakan

Akibat onani yang dilakukan terlalu sering dapat membuat organ kelamin menjadi sakit. Jika dilakukan secara terus-menerus dalam kurun waktu yang singkat, organ kelamin dapat mengalami pembengkakan yang disebabkan adanya penumpukan cairan. Disebut juga dengan edema, pembengkakan ini umumnya akan mereda setelah 1-2 hari.

  • Memicu terjadinya gangguan prostat pada pria muda

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria muda yang sering melakukan onani memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Namun sebaliknya, pada pria lebih tua, aktivitas onani justru dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Walau demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

  • Sulit mendapatkan klimaks saat berhubungan dengan pasangan

Para ahli memperingatkan, Anda yang sering merangsang diri dengan cara yang berbeda dari cara pasangan mensimulasikan seks, bisa mengalami gangguan ejakulasi. Misalnya Anda membelai titik sensitif dengan sangat cepat atau dengan tekanan yang besar atau gesekan, akan memberikan sensasi yang sangat berbeda dibanding sensasi yang diberikan pasangan. Akibatnya,  Anda menjadi sulit mencapai klimaks saat berhubungan dengan pasangan Anda. Pada kondisi yang lebih parah, Anda berkemungkinan tidak bisa mencapai klimaks dari pasangan sama sekali.

  • Mengalami masturbasi kompulsif atau kecanduan

Akibat terlalu sering melakukan onani dapat membuat seseorang menjadi kecanduan dan mengalami gangguan masturbasi kompulsif. Adapun orang yang mengalami gangguan masturbasi kompulsif akan memilih untuk melakukan masturbasi atau onani secara terus-menerus. Mereka lebih memilih untuk tinggal di rumah dan menyaksikan hal berbau porno untuk menyalurkan perilaku kompulsif mereka. Mereka yang telah kecanduan parah bahkan tidak bisa mengendalikan diri dalam melakukan masturbasi meskipun berada di tempat umum.

sumber : https://www.alodokter.com/komunitas/topic/kulit-hitam-setelah-onani
Read More

Apa Bisa Menghilangkan Jerawat Pakai Salep Nutrimoist cni ?

Seorang pasien menanyakan keluhannya tentang jerawat yang ada di mukanya, berikut pertanyaan dari pasien tersebut :

Sore Dok, apakah jerawat dan bekasnya bisa ilang dengan menggunakan salep nutrimost cni, Dan dalam jangka waktu berapa jerawat Akan memudar??

Jawaban Dokter Mengenai Apa Bisa Menghilangkan Jerawat Pakai Salep Nutrimoist cni ?


Produk yang Anda sebutkan merupakan produk perawatan kulit berupa krim yang diklaim berasal dari bahan-bahan alami dan memiliki tujuan utama untuk pertolongan pertama saat terjadi luka dan iritasi. Sementara jerawat sendiri merupakan suatu kelainan kulit yang terjadi umumnya karena penyumbatan pori yang bisa dipicu oleh infeksi bakteri, wajah yang kotor, minyak berlebih, genetik dan perubahan hormon. Sehingga secara fungsi utama, memang produk yang Anda sebutkan bukan dibuat untuk menghilangkan jerawat.

Saran kami, bila Anda ingin menghilangkan jerawat, Anda bisa memulai dengan membersihkan wajah 2x sehari dengan menggunakan sabun yang memiliki kandungan sulfur karena sulfur baik dalam menghilangkan beberapa penyebab munculnya jerawat. Selain itu Anda juga bisa menggunakan putih telur, es batu, madu dan lain sebagainya.

Secara umum, terdapat dua jenis pengobatan untuk menghilangkan jerawat yaitu:

  • Penggunaan produk bebasCara menghilangkan jerawat dengan produk bebas di antaranya adalah membersihkan wajah dengan sabun atau produk pembersih khusus yang umumnya mengandung asam salisilat, asam glikolat, benzoil peroksida, atau sulfur. Produk perawatan wajah yang mengandung benzoil peroksida akan membantu mengatasi bakteri penyebab jerawat, sedangkan asam salisilat akan membantu pengelupasan sel kulit. Produk-produk ini dapat ditemukan dalam bentuk krim, losion dan gel.
    Bahan-bahan lain yang terkandung dalam produk bebas untuk mengobati jerawat adalah alkohol dan aseton. Alkohol berfungsi sebagai antibakteri, sementara aseton dapat menghilangkan minyak dari permukaan kulit. Meski demikian, banyak dokter yang tidak merekomendasikan kedua bahan ini, karena kurang efektif mengatasi jerawat dan bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi.
    Selain itu, ada pula obat untuk menghilangkan jerawat yang dipasarkan dengan klaim berasal dari bahan herba, organik atau alami. Namun, kemanjuran produk tersebut umumnya belum terbukti secara medis.
    Terdapat juga produk bebas yang mengandung tea tree oil yang memiliki efek antiseptik. Bahan ini dipercaya mampu meredakan peradangan pada jerawat dan mengatasi masalah jerawat.


  • Penggunaan obat dokterSelain dengan produk bebas yang dijual di pasaran, cara menghilangkan jerawat  dapat dengan menggunakan obat antibiotik. Obat ini akan membasmi bakteri penyebab jerawat sekaligus mengurangi peradangan. Antibiotik untuk jerawat dapat berupa obat oles yang dioleskan langsung pada kulit atau dalam sediaan oral untuk diminum. Namun, antibiotik topikal akan bekerja lebih efektif jika digunakan bersama dengan benzoil peroksida, karena dapat mengurangi risiko terjadinya kekebalan kuman terhadap antibiotik.
    Tidak hanya obat antibiotik saja, retinoid juga kerap digunakan untuk mengobati jerawat, baik dalam bentuk oles maupun minum. Retinoid dapat membantu mengatasi jerawat tingkat sedang hingga parah, dengan cara merangsang pertumbuhan sel kulit baru dan pengelupasan sel kulit mati. Penggunaan retinoid dapat dikombinasikan dengan benzoil peroksida dan antibiotik. Efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan retinoid yaitu kulit kering atau gatal, serta kemerahan. Obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.
    Obat-obatan jenis lain yang juga biasa digunakan untuk mengobati jerawat adalah asam azeleat, dapsone dan pil KB.

Bila Anda tidak mau repot, memang cara paling mudah adalah dengan berkonsultasi dengan dokter kulit atau dokter di klinik kecantikan, karena mereka akan langsung mengetahui masalah kulit Anda dan memilihkan obat yang sudah pasti aman. Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.
Read More

Tertelan Gumpalan Darah Setelah Operasi Gigi Bungsu, Gimana Dok?

Seorang pasien menanyakan kepada dokter mengenai keluhan pada giginya setelah Operasi Gigi Bungsu. Berikut pertanyaan si pasien :

Halo dokter, saya Imma. Sorry tadi saya operasi gigi bungsu, saya melihat ada gumpalan darah di bagian gusi yang dicabut giginya. Tapi gumpalan darah tersebut tidak sengaja tertelan saat saya makan. Dan sekarang gusi tersebut seperti kosong karena gumpalan darah itu tidak ada. Apakah berbahaya dok? Terima kasih

Jawaban Dokter :

Setelah dilakukan proses pencabutan gigi bisa terjadi perdarahan pada bekas pencabutan. Adanya bekuan darah / gumpalan darah disebabkan karena tubuh memiliki mekanisme pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan yang terjadi.

Apabila bekuan / gumpalan darah terlepas, selama tidak ada keluhan lain seperti perdarahan banyak dan nyeri, maka Anda tidak perlu khawatir ya. Namun jika kemudian Anda mengalami nyeri pada tempat pencabutan beberapa hari setelah dicabut, rasa skait menjalar ke wajah, demam, dan bau mulut, ada kemungkinan Anda mengalami komplikasi dari pencabutan gigi yaitu dry socket. Dry socket terjadi karena gumpalan darah terlepas sebelum masa penyembuhan selesai sehingga menimbulkan peradangan pada bagian tulang rahang. Kondisi dry socket bisa membaik dalam waktu 7-10 hari dengan pengobatan yang tepat.

Apabila Anda tidak mengalami keluhan, Anda tidak perlu khawatir dan usahakan tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan berkumur setelah makan, sikat gigi minimal 2x sehari saat pagi dan malam sebelum tidur, berhati-hati saat menyikat gigi dibagian yang dicabut, dan hindari makanan lengket, terlalu manis, dan keras sampai sembuh ya.

Jika Anda mengalami keluhan di atas, saya sarankan untuk kontrol kembali ke dokter gigi supaya bisa dilakukan evaluasi dan diberikan penanganan lanjutan yang lebih maksimal ya.

baca juga : Mengira Hanya Sakit Gigi, Kini Wanita Ini Tinggal 5 Bulan Untuk Hidup Akibat Kanker Rahang
Read More

Bekas Operasi Mata Ikan Tak Kunjung Sembuh, Bagaimana Dok?

Seorang pasien menanyakan keluhan tentang suaminya yang menderita penyakit mata ikan namun sudah dioperasi. Sekarang ada keluhan lanjutan, berikut pertanyaan si pasien :

Halo dokter, saya mau bertanya. Tepat awal bulan Maret suami saya operasi mata ikan. Tapi sampai sekarang bukannya belum kering juga. Apa penyembuhan di kaki memang lama ya Dok? Tiap minggu kami kontrol ke dokter bedah tapi kok belum sembuh juga ya?. Sebaiknya gimana dok.. Oh ya dua minggu kemarin sempat dikompres pakai Metro. Terus sekarang jahitannya sudah dilepas semua. Tapi karena ada nanahnya di luka, jadi kulit-kulit yang bernanah dibuang sama dokternya. Dan kaki suami saya terbuka begitu aja. Jadi jalannya sudah sebulan ini jinjit soalnya yang luka di tumit.

Jawaban si Dokter Untuk Kasus Bekas operasi mata ikan
Operasi pengambilan mata ikan jika memang tidak ada hal tertentu yang perlu diwaspadai seperti penyakit kronis, kelaian pembekuan darah dan lainnya merupakan salah satu kategori operasi yang ringan.

Penyembuhan dari luka bekas operasi sendiri banyak hal yang dapat mempengaruhi mulai dari metode operasi yang digunakan, luas dan dalamnya luka, komplikasi, perawatan, nutrisi dan lainnya.

Dari luas dan dalamnya luka, semakin luas dan dalam dari luka, semakin lama juga proses penyembuhannya. Kemudian perawatan juga menentukan dari proses penyembuhan, jika terawat dengan baik, resiko terjadi infeksi juga akan menurun sehingga luka akan cepat sembuh. Terjadinya infeksi pada luka bisa ditandai dengan adanya nanah, bengkak dan luka yang tidak kunjung sembuh. Kemudian, ada juga berbagai kondisi lain yang menyebabkan susahnya sembuh dari luka seperti yang paling sering selain infeksi adalah kondisi sakit diabetes melitus.

Dalam proses penyembuhan luka, nutrisi juga dibutuhkan oleh tubuh sehingga bahan untuk proses penyembuhan juga dapat terpenuhi.

Yang dapat dilakukan adalah:

  • Hindari terkena air pada luka

  • Jaga kebersihan luka

  • Minum obat dengan teratur sesuai anjuran dokter

  • Hindari penggunaan herbal atau obat diluar saran dokter

  • Hindari mengorek-ngorek luka

  • Makan makanan tinggi protein seperti putih telur, daging, ikan jika tidak ada alergi

  • Jika memiliki penyakit lain (seperti diabetes, autoimun dan lainnya) konsultasikan dengan dokter anda dan minum obat sesuai aturan

Ada baiknya memang terus kontrol secara teratur untuk mengevaluasi hasil dari terapi. Apakah perlu diberikan tambahan terapi, tindakan atau yang lainnya. Bisa jadi, jika memang tidak kunjung sembuh, nantinya bisa saja dokter akan memeriksa kondisi lain, berkonsultasi ke dokter spesialis lain untuk mencari tahu penyebab lain, atau merujuk ke dokter yang lebih ahli.

sumber : https://www.alodokter.com/komunitas/topic/bekas-oprasi-mata-ikan
Read More

Tentang Penyakit Prostat, Susah Kencing, Gejala, Perawatan dan Pantangan

Pertanyaan Seorang pasien mengenai keluhannya atau penyakit tentang sakit bagian prostat, berikut pertanyaannya.

Dok mau menanyakan tentang kanker prostat, apakah penyakit prostat itu? bagai mana pencegahannya? awalnya kemarin asam lambung tetapi tidak kunjung sembuh(yang pernah saya tanyakan ttg asam lambung), dan akhirnya minta rujukan lagi dr puskesmas ke RS. awalnya dipuskesmas dicek urin, ada indikasi batu ginjal, dan dibuatkan rujukan lanjut ke RS bag urologi, kata dokter didiaknosa prostat(belum dicek dilab,hanya diperiksa), gejala ayah saya saat kencing hanya sedikit seperti buang air yang tidak tuntas( tapi tidak sampai keluar darah), sulit bab, mules, muntah, mudah capek&lemas. yang saya tanyakan

1. apakah ada hubunganya batu ginjal dengan prostat atau dengan asam lambung. jadi kemarin ayah saya masuk priksa diRS bag Penyakit dalam dan bag Urologi. dan dibag penyakit dalam di kasih obat salah satunya Nexium dan 2 lainnya(lupa nama obat) dan dibagian urologi juga dikasih obat 2 macam(saya lupa nama obatnya, antibiotik atau apa).

2. makanan apa saja yang boleh dimakan utk penderita prostat dan makanan yang harus dihindari ?

3. apakah penderita prostat harus rutin meminum obatnya samapai habis?

terimakasih

Jawaban Dokter :
Prostat adalah sebuah kelenjar yang ada hanya pada pria, yang berfungsi sebagai penghasil cairan mani. Prostat dapat membesar dan menimbulkan berbagai gejala yang berhubungan dengan saluran kencing seperti sulit buang air kecil (BAK), BAK tidak tuntas, hingga nyeri perut karena kencing tidak dapat keluar. Prostat yang membesar akan menjepit saluran kencing sehingga menimbulkan gejala-gejala tersebut. Penyakit Prostat yang membesar bisa disebabkan oleh beberapa hal:

  1. Penuaan sering menyebabkan pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia)

  2.  Prostatitis atau radang pada prostat, yang sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Sering merupakan komplikasi dari infeksi menular seksual. Gejalanya disertai dengan demam, nyeri bawah perut atau punggung, nyeri sendi.

  3. Kanker prostat, atau tumor ganas pada prostat. Kanker prostat sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya, namun ada beberapa hal yang meningkatkan risiko untuk terjadi kanker prostat, yaitu adanya riwayat kanker pada keluarga, sering mengonsumsi makanan tinggi kalsium, kelebihan berat badan, merokok, dan paparan bahan kimia.

Untuk mengetahui penyebab pastinya, harus dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter dan pemeriksaan penunjang seperti analisa kencing, USG, hingga biopsy (pengambilan sebagian jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop). Pengobatannya sesuai dengan penyebabnya. Jika pembesaran prostat karena penuaan (BPH), jika pembesarannya masih ringan dapat dibantu dengan obat, namun jika sudah sangat besar maka ada indikasi untuk diangkat prostatnya (operasi). Pengobatan untuk radang prostat dan kanker prostat juga memerlukan pengobatan yang spesifik, sehingga harus diketahui dulu penyebabnya.

            Sementara itu, penyakit asam lambung dan penyakit ginjal merupakan hal yang berbeda dengan oenyakit di prostat. Namun ketiga hal tersebut bisa terjadi secara bersamaan, atau bisa saling berhubungan karena suatu penyakit tertentu.

            Pada orang yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan prostat, harus menghindari merokok, kafein, dan minuman keras. Selain itu juga perlu olahraga secara teratur. Sebaiknya minumlah obat sesuai dengan petunjuk dokter agar dokter dapat melakukan evaluasi terhadap pengobatan yang diberikan sehingga penanganannya tepat.

            Sekian, semoga bermanfaat ya.

sumber : http://www.alodokter.com/komunitas/topic/prostat-27
Read More

Nafas Bau, Berdahak, Pilek Tidak Sembuh Selama 2 Tahun, Kenapa ya?

Seorang pasien bertanya tentang keluhan penyakitnya Pilek Tidak Sembuh -sembuh. Berikut pertanyaannya :

Assalaʍʍualaikuʍ dok Dok saya ʍau tanya? Kenapa ya pilek dan dahak saya tidak seʍbuh2. Kira2 sudah 2tahun lebih. Nafas saya bau. Itu kenapa ya dok. apa saya ʍenderita penyakit yang serius??

Jawaban Dokter mengenai penyakit Pilek Tidak Sembuh :
Hidung yang tersumbat, tenggorokan berdahak, disertai bau napas yang tidak sedap mungkin menandakan Anda mengalami sinusitis.

Perlu Anda ketahui, di belakang rongga hidung, tulang pipi, dan dahi normalnya ada suatu rongga kosong yang berfungsi untuk melembabkan udara dan juga sebagai kotak resonansi suara. Rongga ini disebut sebagai sinus. Dinding rongga sinus dilapisi oleh selaput mukosa yang secara kontinu menghasilkan lendir untuk kemudian dialirkan keluar melalui rongga hidung. Normalnya, lendir ini tidak diproduksi dalam jumlah yang banyak hingga membuat sensasi mengganggu.

baca juga : Apakah Tinggi Badan bisa naik dan turun Dalam 1 Hari ?

Namun, ada kalanya, saluran keluar yang menghubungkan rongga sinus dengan rongga hidung tersumbat. Akibatnya, sinus akan mengalami peradangan, hal inilah yang disebut dengan sinusitis. Gejala yang muncul bisa bervariasi mulai dari hidung tersumbat, hidung berair, gangguan penciuman, mencium bau busuk, nyeri wajah, nyeri kepala, demam, tenggorokan berdahak, bau mulut tidak sedap, dan sebagainya.

Selain akibat sinusitis, mungkin juga keluhan yang Anda alami muncul akibat sebab lain, misalnya alergi, infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan, polip hidung, deviasi septum hidung, keganasan di rongga hidung, hingga refluks (naik kembali) asam lambung. Mungkin juga, keluhan Anda muncul akibat gangguan kesehatan pada rongga mulut atau telinga yang menjalar hingga ke saluran pernapasan.

Saran kami, apabila keluhan sudah berlangsung selama 2 tahun lamanya, Anda sebaiknya memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis THT agar dilakuakn evaluasi lebih lanjut, yakni melalui pemeriksaan fisik, rontgen, rhinoskopi, hingga CT scan. Bila benar penyebabnya adalah sinusitis, penanganan nantinya bisa diberikan melalui obat-obatan, irigasi nasal, atau bahkan operasi bergantung dari penyebab dan keparahan penyakitnya.

Sementara ini, Anda bisa jalani dulu langkah berikut guna mengatasi keluhan Anda:

  • Jauhi pajanan suhu dingin, asap, debu, serbuk sari, bulu hewan, tungau debu, dan polusi berlebihan

  • Gunakan masker ketika berada di lingkungan kotor

  • Perbanyak istirahat

  • Tingkatkan asupan vitamin C

  • Perbanyak minum air hangat dan makan makanan berkuah hangat

  • Rutin berolahraga guna menjaga daya tahan tubuh

  • Jaga selalu kebersihan lingkungan tempat Anda tinggal

  • Jauhi rokok

  • Rajin menggosok gigi dan berkumur dengan cairan antiseptik

Semoga membantu ya..

sumber : http://www.alodokter.com/komunitas/topic/apa-penyebab-pilek-dan-dahak
Read More

Bayi berak cair Hijau dan bergerinjil , Normal atau Diare parah?

Seorang pasien menanyakan tentang keluhan bayi berak cair. Berikut pertanyaannya :

Dokter mau tanya, sudah beberapa hari ini anak saya poopnya cair dan berwarna hijau namun ada bergerinjil sedikit seperti kacang.. Umur anak 2 bulan 3 minggu.. Minum susu formula.. Apakah itu diare atau normal ya??

Jawaban Dokter Mengenai kasus Bayi berak cair Hijau.

 
Diare pada anak usia 2 bulan merupakan hal yang cukup sering terjadi. Diare merupakan suatu keadaan dimana BAB anak menjadi lebih cair daripada biasanya dan terjadi lebih dari 3x dalam sehari. Dari keadaan yang anak anda alami, BAB yang cair dengan bergerinjil belum tentu merupakan diare. BAB pada anak usia 2 bulan terkadang dapat saja menjadi sedikit cair, hal tersebut dapat dipengaruhi karena konsumsi susu formula. Anda dapat coba mengganti susu formula jika BAB cair terus menerus terjadi.

Jika BAB cair yang anak anda alami sudah lebih dari 3x dalam sehari, maka hal tersebut mungkin disebabkan karena penyebab seperti:

  • infeksi saluran cerna

  • intoleransi laktosa

  • malabsorpsi saluran cerna

oleh karena itu, periksakan anak anda langsung ke dokter sehingga dokter dapat memeriksa keadaan anak anda secara langsung terlebih dahulu, dengan demikinan nanti dokter dapat memberikan terapi yang tepat untuk anak anda.

berikan asi ekskulsif pada anak usia kurang dari 6 bulan.

sumber : http://www.alodokter.com/komunitas/topic/feses-cair-pada-bayi
Read More