Bicara Cinta: Dalam Perspektif Psikologi Barat

Cinta” kata-kata ini bila didengar membuat siapa saja mendengarnya tersipu senyum malu. Bahkan ketika dalam kondisi marah sekalipun, mengucapkan kata cinta tetap melambangkan sebuah kebaikan, bagi pengucap dan pendengarnya. Tulisan ini dikemas secara eksklusif, sistematis dan ditulis dalam sudut pandangan akademis. Tulisan ini merupakan kajian kritis terhadap sub tema dalam karya Dr. Lynn Wilcox. Dalam tulisan ini penulis mengungkap hakikat cinta dari perspektif psikologi Barat.

Fromm menyatakan bahwa cinta sejati memiliki beberapa elemen diantaranya: kepeduliaan, tanggung jawab, rasa menghargai dan pengetahuan. Leo Buscagla menyatakan bahwa cinta yang sempurna adalah jika seseorang memberikan segalanya dan tidak mengharapkan apa-apa dan tidak meminta apa-apa, dia tidak akan pernah merasa dicampakkan atau dikecewakan. Lebih lanjut menurut Fromm cinta dan diri adalah satu kesatuan, pertemuan keduannya merupakan realisasi dari kedua hal tersebut.

Lebih lanjut Fromm menyatakan bahwa seseorang yang mampu mencintai adalah seseorang yang mampu mencintai dirinya sendiri, jika dia tidak mampu mencintai dirinya sendiri, maka dia tidak bisa mencintai sama sekali. Theodor Reik menyatakan bahwa cinta merupakan usaha untuk menenangkan tekanan dalam diri, mengurangi ketidaksesuaian dalam diri, menggantikan objek cinta untuk ego ideal.

Lebih lanjut menurut Rollo May ada empat macam cinta dalam kebudayaan Barat yang terkait dengan kebudayaan Yunani Kuno. Pertama adalah sex (nafsu, libido). Kedua adalah eros (dorongan cinta untuk mencipta, keinginan menuju bentuk tertinggi suatu hubungan). Ketiga, cinta pada saudara philia. Keempat adalah agape (memberi tanpa meminta, seperti bentuk cinta Tuhan pada manusia). Dalam pandangan May, macam cinta yang sesungguhnya terletak pada bentuk sex dan eros.

Hal ini senada dengan John Ciardi menyatakan bahwa cinta adalah kata yang digunakan untuk melambangkan kegembiraan seksual pada usia muda, kebiasaan pada usia tengah dan ketergantungan mental pada usia senja. Di Amerika Serikat, secara ekonomis cinta romantik sangat menguntungkan. Bermilyar-milyar uang telah dikeluarkan untuk membeli produk dari iklan yang menjanjikan dapat membuat seseorang lebih menarik sebagai kekasih. Lebih lanjut penelitian yang dilakukan oleh Berscheid yang menyimpulkan bahwa cinta yang romantik di Amerika Serikat adalah 90% hasrat seksual. Sehingga jelas bahwa produk “cinta” yang dijual oleh produsen adalah murni hasrat seksual.

Berdasarkan penjelasan mengenai kajian cinta dalam perspektif psikologi Barat. Penulis memberikan pandangan terhadap pendapat tokoh psikologi Barat. Cinta dalam pandangan psikologi Barat merupakan hubungan lawan jenis yang berbentuk hubungan seksual. Sehingga bentuk cinta kepada saudara dan kecintaan terhadap Tuhan semuanya dikesampingkan, bukanlah hal yang menjadi fokus dalam kehidupan manusia. Ada pertanyaan besar yang dapat diajukan dalam kajian ini. Apakah konsep cinta yang terfokus pada bentuk hasrat seksual dapat diterapkan di belahan bumi Timur ?.

Bahkan seorang ilmuwan psikologi mengkritik hakikat cinta dari pandangan psikologi Barat. Ashley Montague menyatakan bahwa kata cinta telah digunakan dalam bayak arti yang sangat merendahkan, sehingga arti buruk telah menutupi yang baik.

Oleh: Iredho Fani Reza, S.Psi.I
Kandidat Master Bidang Psikologi Islam
Sekolah Pascasarjana UIN Syraif Hidayatullah Jakarta
iredhofanireza@rocketmail.com

Referensi Lanjutan:
Tulisan ini merupakan kajian terhadap karya yang ditulis oleh Lynn Wilcox dengan judul Critism of Islam Psychology dengan sub tema tentang Love. Lebih lanjut buku karya Wilcox telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Wilcox, Lynn, Psikologi Kepribadian. Terjm. Kumalahadi P. Judul Asli: Critism of Islam Psychology. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013

sumber : http://www.psychoshare.com/file-2005/psikologi-dewasa/bicara-cinta-dalam-perspektif-psikologi-barat.html
Read More

Persiapan Cara Sukses Dunia Kerja? Lakukan hal ini saat Kuliah!

Pada kenyataannya pendidikan saat ini dijadikan sebagai alat agar kita mampu bertahan hidup, mampu bersaing dengan individu lain, dan mampu menghadapi tantangan global. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin tinggi pendidikan maka akses menuju kesejahteraan hidup akan meningkat. Tetapi, kita tidak bisa mengelak bahwa ternyata ada pula orang-orang berpendidikan tinggi tetapi tidak secermelang yang diharapkan kehidupan paska kampusnya. Setelah lulus tentu saja para freshgraduate ini akan sibuk mencari lowongan kerja, sebagian para pencari kerja ini memperoleh pekerjaan yang diinginkan hanya dalam 1-2 bulan setelah lulus, adapun yang memperoleh kerja 6 bulan-1 tahun, adapun menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kerja. Setelah memasuki dunia kerjapun ternyata nasib karier seseorang berbeda. Ada yang cepat naik jabatan, ada pula yang mandeg. Lalu apa saja hal-hal yang menjadikan freshgraduete berbeda setelah lulus? Hal ini tidak lepas dari apa yang diperoleh saat kuliah.

Masa kuliah adalah masa pembentukan pola paten perilaku, kebiasaan, dan cara berfikir yang akan dibawa sampai hari tua. Hal ini disebabkan usia individu paska kuliah sudah memasuki fase dewasa yang mana pada fase ini pola manusia secara karakteristik sudah terbentuk dan tidak plastis sebagaimana anak-anak. Masa kuliah adalah masa yang penuh pilihan, baik pilihan yang akan memberikan peluang maupun hambatan di masa berikutnya. Kehidupan ini adalah seleksi alam, kepunahan dinausaurus adalah akibat ketidakmampuan beradaptasi hewan tersebut dengan lingkungan. Untuk itu, masa kuliah harus dikelola dengan baik agar saat memasuki dunia kerja kita dapat beradaptasi dengan baik serta mampu bertahan ditengah persaingan.

Berorganisasi tidak asal organisasi

Dunia kerja adalah dunia yang mengaplikasikan sistem struktur mekanis. Apa itu struktur mekanis ? Struktur mekanis adalah sebuah tipe struktur pada lembaga yangmana individu dalam lembaga tersebut memiliki jabatan, fungsi dan tugas-tugas yang jelas, serta sistem kerja seperti gear, matinya satu roda gear akan mematikan seluruh kinerja. Nah, hal inilah yang tidak dibelajarkan dikelas, saat teman kita nilai ujian E/ performanya buruk di kelas tidak akan berpengaruh pada sistem kelas. Berbeda dengan sistem pada organisasi, satu departemen tidak menjalankan tugasnya dengan baik akan mempengaruhi departemen yang lain dan mempengaruhi keberlangsungan organisasi, dalam dunia organisasi kita diajarkan dalam situasi tuntutan kerjasama yang tinggi, kerja cepat dan tepat. Sehingga, teman-teman yang berorganisasi saat kuliah sudah memiliki bekal untuk beradaptasi dalam situasi seperti ini.

Selanjutnya dunia kerja memiliki persaingan yang keras hanya orang-orang kreatif, inovatif dan inisitatif. Hal ini disebabkan oleh perusahaan atau institusi selalu berorientasi pada pencapaian tujuan, sehingga perusahaan akan terus melakukan modifikasi produk, tentu saja hal ini menuntut individu dalam organisasi yang penuh kreatif, inovatif dan inisitatif.Teman-teman yang saat kuliah berkecimpung dalam organisasi tidak akan kaget dan biasanya memiliki banyak gagasan, hal ini karena mereka sudah terlatih. Berorganisasi saat kuliah tentu saja tidak asal organisasi, maksudnya adalah berorganisasi memiliki tujuan untuk belajar banyak hal, memiliki banyak jaringan yang selanjutnya akan dijelaskan pada poin ke dua

Jaringan sesuai rencana karier

Jaringan sebagai agen penting untuk promosi diri terutama jaringan sesuai rencana karier. Jaringan dapat diperoleh melalui berbagai cara diantaranya berorganisasi, gabung komunitas, terhubung di sosial media, mengikuti berbagai forum diskusi. Jaringan pada dasarnya adalah komponen penunjang yang tidak bisa dihiraukan, saat terhubung dengan jaringan ada baiknya kita tidak membuang waktu. Manfaatkan momen dengan jaringan sebagai ajang promosi diri, berikan kesan terbaik, ramahlah, dan jadi pribadi yang menyenangkan serta tunjukan bahwa anda orang yang berkualitas

Pengalaman extra ordinary

IPK tinggi adalah hal yang memang tidak bisa disepelekan tetapi ini terlalu biasa, begitu juga dengan berorganisasi, banyak sekali teman-teman di sekitar kita yang menekuni berbagai organisasi. Sehingga, untuk menjadi lebih unggul dibandingkan yang lain lakukan pengalaman yang extra ordinary yang tidak banyak teman-teman kampus lakukan semisal nilai TOEFL tinggi dan mengikuti program exchange, short course, memiliki talenta dalam disain, menjuarai lomba, mengikuti konferensi, menerbitkan buku/tulisan. Pengalaman extra ordinary inilah yang akan membekali softskill yang tidak diajarkan di dalam kelas

Makan-makanan sehat dan perhatikan kesehatan

Inilah yang paling banyak mahasiswa sepelekan . Padahal, kesehatan adalah investasi jangka panjang. Salah satu penyebab kegagalan freshgraduete dalam rangkaian proses seleksi kerja adalah pada Medical Test atau tes kesehatan. Pada tahapan tes ini calon karyawan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol, gula darah, tes darah, dllserta diprediksikan potensi serta resiko kesehatan yang mana hasil tes yang dilakukan dokter ini akan menjadi rujukan bagi perusahaan untuk menerima atau menolak calon karyawan tersebut. Sakit tidak terjadi begitu saja, melainkan ada proses dimana individu mengabaikan salah satu aspek kesehatan dan tidak memperhatikan faktor-faktor resiko sakit.

Penulis : Ditta Nisa Rofa (Student of Gadjah Mada University)
Read More

Kepribadian Marxian Menurut Erich Fromm (Bagian 1)

Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The economic philosophical manuscripts yang ditulis pada tahun 1944. Tema dasar ulisan Fromm adalah orang yang merasa kesepian dan terisolasi karena ia dipisahkan dri alam dan orang-orang lain. Kedaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang, itu adalah situasi khas manusia.

Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1900. Ia belajar psikologi dan sosiologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenla waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mesngajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.

Fromm dapat digelari teoritis kepribadian Marxian, pandangannya sangat dipengaruhi oleh Karl Marx. Nama teorinya “humanis dialetik,” karena ingin menunjukan perhatiannya terhadap perjuangan manusia yang tidak pernah menyerah untuk memperoleh martabat dan kebebasan, kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan orang lain. Berikut ini kita akan mengulas lebih dalam mengenai teori-teori Fromm.

KONDISI EKSISTENSI MANUSIA


DILEMA EKSISTENSI

Menurut Fromm, hakekat manusia juga bersifat dualistic. Empat dualistic dalam diri manusia menurutnya:

Manusia sebagai binatang dan sebagai manusia
Manusia sebagai binatang memiliki banyak kebutuhan fisiologik. Manusia sebagai manusia memiliki kebutuhan kesadaran diri.

Hidup dan mati
Manusia telah mengetahui dia akan mati, tetapi berusaha mengingkarinya.

Ketidaksempurnaan dan kesempurnaan
Manusia mampu mengkonsepsikan realisasi-diri yang sempurna, tetapi karena hidup itu pendek kesempurnaan tidak dapat dicapai.

Kesendirian dan kebersamaan
Manusia adalah pribadi yang mandiri, sendiri, tetapi manusia juga tidak bisa menerima kesendirian.

Dua cara menghindari dilema eksistensi:

– Menerima otoritas

– Menciptakan ikatan dan tanggung jawab bersama

KEBUTUHAN MANUSIA


Dua kelompok kebutuhan;

Kebutuhan menjadi bagian dari sesuatu dan menjadi otonom
Kebutuhan memahami dunia, bertujuan dan memanfaatkan sifat unik manusia
Kebutuhan kebebasan dan keterikatan
Keterhubungan (relatedness)
Kebutuhan mengatasi perasaan kesendirian dan terisolasi dari alam dan dari dirinya sendiri. Bergabung dengan makhluk lain yang dicintai.
2. Keberakaran (rootedness)
Kebutuhan keberakaran adalah kebutuhan untuk memiliki ikatan-ikatan yang membuatnya merasa krasaan di dunia. Dua alasan manusia menjadi asing dengan dunianya, (a) direnggut dari akar-akar hubungannya oleh situasi (b) fikiran dan kebebasan yang dikembangkannya sendiri justru memutus ikatan alami dan menimbulkan perasaan isolasi.

3. Menjadi pencipta (transcendency)
Orang membutuhkan peningkatan diri, berjuang untuk mengatasi sifat pasif dikuasai alam menjadi aktif, bertujuan dan bebas, dari makhluk ciptaan menjadi pencipta.

4. Kesatuan (unity)
Kebutuhan untuk mengatasi eksistensi keterpisahan antara hakekat binatang dan non binatang dalam diri seseorang. Orang dapat mencapai unitas, kalau hakekat kebinatangan dan kemanusiaan itu bisa didamaikan.

5. Identitas (identity)
Kebutuhan untuk menjadi “aku” kebutuhan untuk sadar dengan dirinya sendiri sebagai sesuatu yang terpisah. Orang sehat memiliki perasaan identitas yang otentik.

Kebutuhan untuk memahami dan beraktivitas
Kerangka orientasi (frame of orientation)
Kerangka orientasi adalah seperangkat keyakinan mengenai eksistensi hidup, perjalanan hidup-tingkahlaku bagaimana yang harus dikerjakannya, yang mutlak dibutuhkan untuk memperoleh kesehatan jiwa.

2. Kerangka kesetiaan (frame of devotion)
Kebutuhan untuk memiliki tujuan hidup yang mutlak;Tuhan. Kerangka pengabdian adalah peta yang mengarahkan pencarian makna hidup, menjadi dasar dari nilai-nilai dan titik puncak dari semua perjuangan.

3. Keterangsangan-stimulasi (excitation-stimulatioan)
Kebutuhan untuk melatih sistem syaraf, memanfaatkan kemampuan otak.

4. Keefektivan (effectivity)
Kebutuhan untuk menyadari eksistensi diri melawan perasaan tidak mampu dan melatih kompetensi/kemampuan.

Fromm: orang yang mentalnya sehat adalah yang mampu bekerja produktif sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya, sekaligus mampu berpartisipasi dalam kehidupan social yang penuh cinta. Menurutnya normalitas adalah keadaan optimal dari pertumbuhan (kemandirian) dan kebahagiaan (kebersamaan) dari individu.

Dua cara untuk memperoleh makna dan kebersamaan dalam kehidupan.

Mencapai kebebasan positif, berusaha menyatu dengan orang lain tanpa mengorbankan kebeban dan integritas pribadi.
Memperoleh rasa aman dengan meninggalkan kebebasan dan menyerahkan bulat-bulat individualitas dan integritas diri kepada sesuatu yang dapat memberi rasa aman. Tiga mekanisme pelarian:
Otoritarianisme (autboritarianism)
Kecenderungan untuk menyerahkan kemandirian diri dan menggabungkannya dengan seseorang atau sesuatu diluar dirinya, untuk memperoleh kekuatan yang dirasakan tidak dimilikinya. Masokisme merupakan bentuk tersembunyi dari perjuangan memperoleh cinta dan kesetiaan, tetapi tidak memberi sumbangan positif kekemandirian. Ada tiga jenis sadism yang saling berkaitan. Sadism merupakan bentuk neorotik yang lebih parah dan lebih berbahaya dibanding masokisme.

Perusakan (destructiveness)
Destruktif mencari kekuatan tidak melalui membangun hubungan dengan pihak luar, tetapi melalui usaha membalas/merusak kekuatan orang lain. Psikoneurosis dan bunuh diri adalah strategi pelarian dari ketakutan menjadi manusia bebas.

Penyesuaian (conformity)
Konformis tidak pernah mengekspresikan opini dirinya, menyerahkan diri kepada standar tingkahlaku yang diharapkan, dan sering tampil diam dan mekanis. Orang hanya dapat memecah lingkaran penyesuaian dengan ketakberdayaan ini kalau bisa mencapai realisasi-diri atau kebebasan yang positif.

TRIPOLOGI SOSIAL KARAKTER SOSIAL


Fromm: karakter manusia berkembang berdasarkan kebutuhan mengganti insting kebinatangan yang hilang ketika mereka berkembang tahap demi tahap. Karakter, tidak berubah lintas waktu, membuat manusia mampu berfungsi di dunia yang terus menerus memberi stimulus tanpa harus berhenti memikirkan apa yang harus dikerjakan.

Fromm: karakter berkembang dan dibentuk oleh “social arrangements”.Fromm membedakan 2 karakter social dalam pasangan, productiveness dan nonproductiveness.

KARAKTER DAN MASYARAKAT


Orientasi market adalah produk masyarakat dewasa ini yang peluang interprenernya dikurangi, dan orang harus menyesuaikan diri ke dalam organisasi yang besar dan memerankan peran yang dikehendaki organisasi. Masyarakat membentuk karakter pribadi melalui orangtua dan pendidik yang membuatanak bersedia bertingkahlaku seperti yang dikehendaki masyarakat. Fromm: tidak semua kebutuhan manusia harus dipuaskan; jika saja jumlah materi yang dapat dimiliki hanya sedikit dan insentif untuk mendapatkannya juga sedikit, mungkin akan bebas untuk memuaskan dirinya secara lebih kreatif.


APLIKASI SOSIALISME KOMUNITARIAH HUMANISTIK (HUMANISTIC COMMUNITARIAN SOCIALISM)

Empat proposisi Fromm mengenai hubungan seseorang dengan masyarakat:


  1. Manusia mempunyai kodrat esensial social bawaan
  2. Masyarakat diciptakan manusia untuk memenuhi kodrat esensial bawaan ini
  3. Tidak satupun bentuk masyarakat yang pernah diciptakan manusia berhasil memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar eksistensi manusia
  4. Adalah mungkin menciptakan masyarakat semacam ini

Masyarakat yang disarankan Fromm adalah humanistic communitarian socialism. Dalam masyarakat semacam itu orang mencapai perasaan diri dan mampu berbuat kreatif ali-alih destruktif. Ada “humanistic management” (sistem yang mirip dengan temu kota di New England). Ide Fromm mungkin bagus tetapi banyak yang tidak dapat dilaksanakan.

KARAKTER MASYARAKAT

1957, Fromm melakukan penelitian di sebuah desa di Meksiko mengenai karakter masyarakat. Ada dua kesimpulan penting.

Ternyata masyarakat memiliki tiga jenis karakter

  1. Productive-boarding
  2. Nonproductive-receptive
  3. Productive-exploitative

Karakter pribadi dan karakter social berhubungan timbale balik. Karakter pribadi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh struktur social dan perubahan-perubahan social.

PSIKOTERAPI: PSIKOANALISIS HUMANISTIK

Fromm mengembangkan sistem terapi sendiri, (psikoanalisis humanistic). Menurutnya tujuan klien dalam terapi adalah memahami diri sendiri dan mencari kepuasan dari kebutuhan dasar kemanusiaannya, karena itu terapi harus dibangun melalui hubungan pribadi antara terapis dengan kliennya. Menurutnya terapis tidak seharusnya terlalu ilmiah dalam memahami kliennya. Hanya dengan sikap keterhubungan orang lain dapat benar-benar dimengerti. Klien hendaknya tidak dilihat sebagai orang sakit, tetapi diterima sebagai manusia dengan kebutuhan-kebutuhannya yang tidak berbeda dengan kebutuhan terapis.

EVALUASI


Inti dari semua tulisan Fromm adalah mengungkap hakekat manusia. Pendekatan Fromm pada kepribadian mempunyai perspektif dan proposisi yang luas. Menyerap informasi dari disiplin lain. Baginya psikologi bukan saja ilmu yang aplikatif pada semua ranah kemanusiaan, tetapi sebagai ilmu psikologi juga memasukkan semua fikiran yang berkenaan dengan kemanusiaan.

Data penelitian Meksiko muncul sesudah teori dikembangkan, bukan sebelumnya. Teori Fromm yang dikembangkan melalui filsafat dualistic akhirnya disikapi secara dualistic. Tahun 1950-an orang belum dianggap ilmuwan kalau belum membaca Escape From Freedom. Selama 30 tahun terakhir dalam literature psikologi, hanya ada enam penelitian yang dimaksudkan menguji asumsi-asumsi dalam teori Fromm. (Sumber: wwwirwansahaja.blogspot.com)

(Sumber: www.irwansahaja.blogspot.com)
Read More

Teknik Umum Konseling Individual

Teknik umum merupakan teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahapan-tahapan konseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis teknik umum, diantaranya :

1. Perilaku Attending

Perilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakup komponen kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan. Perilaku attending yang baik dapat :
  • Meningkatkan harga diri klien.
  • Menciptakan suasana yang aman
  • Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas.
Contoh perilaku attending yang baik :
  • Kepala : melakukan anggukan jika setuju
  • Ekspresi wajah : tenang, ceria, senyum
  • Posisi tubuh : agak condong ke arah klien, jarak antara konselor dengan klien agak dekat, duduk akrab berhadapan atau berdampingan.
  • Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah, menggunakan tangan sebagai isyarat, menggunakan tangan untuk menekankan ucapan.
  • Mendengarkan : aktif penuh perhatian, menunggu ucapan klien hingga selesai, diam (menanti saat kesempatan bereaksi), perhatian terarah pada lawan bicara.
Contoh perilaku attending yang tidak baik :
  • Kepala : kaku
  • Muka : kaku, ekspresi melamun, mengalihkan pandangan, tidak melihat saat klien sedang bicara, mata melotot.
  • Posisi tubuh : tegak kaku, bersandar, miring, jarak duduk dengan klien menjauh, duduk kurang akrab dan berpaling.
  • Memutuskan pembicaraan, berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk memberi kesempatan klien berfikir dan berbicara.
  • Perhatian : terpecah, mudah buyar oleh gangguan luar.

2. Empati

Empati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasa dan berfikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati dilakukan sejalan dengan perilaku attending, tanpa perilaku attending mustahil terbentuk empati.

Terdapat dua macam empati, yaitu :

1. Empati primer, yaitu bentuk empati yang hanya berusaha memahami perasaan, pikiran dan keinginan klien, dengan tujuan agar klien dapat terlibat dan terbuka.Contoh ungkapan empati primer :” Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda”. ” Saya dapat memahami pikiran Anda”.” Saya mengerti keinginan Anda”.
2. Empati tingkat tinggi, yaitu empati apabila kepahaman konselor terhadap perasaan, pikiran keinginan serta pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Keikutan konselor tersebut membuat klien tersentuh dan terbuka untuk mengemukakan isi hati yang terdalam, berupa perasaan, pikiran, pengalaman termasuk penderitaannya. Contoh ungkapan empati tingkat tinggi : Saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan, dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu”.

3. Refleksi

Refleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbalnya. Terdapat tiga jenis refleksi, yaitu :

  • Refleksi perasaan, yaitu keterampilan atau teknik untuk dapat memantulkan perasaan klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan adalah ….”
  • Refleksi pikiran, yaitu teknik untuk memantulkan ide, pikiran, dan pendapat klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien.Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan…”
  • Refleksi pengalaman, yaitu teknik untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien. Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan suatu…”

4. Eksplorasi

Eksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin, menutup diri, atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam. Seperti halnya pada teknik refleksi, terdapat tiga jenis dalam teknik eksplorasi, yaitu :

  • Eksplorasi perasaan, yaitu teknik untuk dapat menggali perasaan klien yang tersimpan. Contoh :” Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan ….”
  • Eksplorasi pikiran, yaitu teknik untuk menggali ide, pikiran, dan pendapat klien. Contoh : ” Saya yakin Anda dapat menjelaskan lebih lanjut ide Anda tentang sekolah sambil bekerja”.
  • Eksplorasi pengalaman, yaitu keterampilan atau teknik untuk menggali pengalaman-pengalaman klien. Contoh :” Saya terkesan dengan pengalaman yang Anda lalui Namun saya ingin memahami lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap pendidikan Anda”

5. Menangkap Pesan (Paraphrasing)

Menangkap Pesan (Paraphrasing) adalah teknik untuk menyatakan kembali esensi atau initi ungkapan klien dengan teliti mendengarkan pesan utama klien, mengungkapkan kalimat yang mudah dan sederhana, biasanya ditandai dengan kalimat awal : adakah atau nampaknya, dan mengamati respons klien terhadap konselor. Tujuan paraphrasing adalah : (1) untuk mengatakan kembali kepada klien bahwa konselor bersama dia dan berusaha untuk memahami apa yang dikatakan klien; (2) mengendapkan apa yang dikemukakan klien dalam bentuk ringkasan ; (3) memberi arah wawancara konseling; dan (4) pengecekan kembali persepsi konselor tentang apa yang dikemukakan klien.

Contoh dialog :

Klien : ” Itu suatu pekerjaan yang baik, akan tetapi saya tidak mengambilnya. Saya tidak tahu mengapa demikian ? ”
Konselor : ” Tampaknya Anda masih ragu.”

6. Pertanyaan Terbuka (Opened Question)

Pertanyaan terbuka yaitu teknik untuk memancing siswa agar mau berbicara mengungkapkan perasaan, pengalaman dan pemikirannya dapat digunakan teknik pertanyaan terbuka (opened question). Pertanyaan yang diajukan sebaiknya tidak menggunakan kata tanya mengapa atau apa sebabnya. Pertanyaan semacam ini akan menyulitkan klien, jika dia tidak tahu alasan atau sebab-sebabnya. Oleh karenanya, lebih baik gunakan kata tanya apakah, bagaimana, adakah, dapatkah.

Contoh : ” Apakah Anda merasa ada sesuatu yang ingin kita bicarakan?  ”

7. Pertanyaan Tertutup (Closed Question)

Dalam konseling tidak selamanya harus menggunakan pertanyaan terbuka, dalam hal-hal tertentu dapat pula digunakan pertanyaan tertutup, yang harus dijawab dengan kata Ya atau Tidak atau dengan kata-kata singkat. Tujuan pertanyaan tertutup untuk : (1) mengumpulkan informasi; (2) menjernihkan atau memperjelas sesuatu; dan (3) menghentikan pembicaraan klien yang melantur atau menyimpang jauh. Contoh dialog :

Klien : ”Saya berusaha meningkatkan prestasi dengan mengikuti belajar kelompok yang selama ini belum pernah saya lakukan”.
Konselor: ”Biasanya Anda menempati peringkat berapa ? ”.
Klien : ” Empat ”
Konselor: ” Sekarang berapa ? ”
Klien : ” Sebelas ”

8. Dorongan minimal (Minimal Encouragement)

Dorongan minimal adalah teknik untuk memberikan suatu dorongan langsung yang singkat terhadap apa yang telah dikemukakan klien. Misalnya dengan menggunakan ungkapan : oh…, ya…., lalu…, terus….dan…

Tujuan dorongan minimal agar klien terus berbicara dan dapat mengarah agar pembicaraan mencapai tujuan. Dorongan ini diberikan pada saat klien akan mengurangi atau menghentikan pembicaraannya dan pada saat klien kurang memusatkan pikirannya pada pembicaraan atau pada saat konselor ragu atas pembicaraan klien. Contoh dialog :

Klien : ” Saya putus asa… dan saya nyaris… ” (klien menghentikan pembicaraan)
Konselor: ” ya…”
Klien : ” nekad bunuh diri”
Konselor: ” lalu…”

9. Interpretasi

Yaitu teknik untuk mengulas pemikiran, perasaan dan pengalaman klien dengan merujuk pada teori-teori, bukan pandangan subyektif konselor, dengan tujuan untuk memberikan rujukan pandangan agar klien mengerti dan berubah melalui pemahaman dari hasil rujukan baru tersebut. Contoh dialog :

Klien : ” Saya pikir dengan berhenti sekolah dan memusatkan perhatian membantu orang tua merupakan bakti saya pada keluarga, karena adik-adik saya banyak dan amat membutuhkan biaya.”
Konselor : ” Pendidikan tingkat SMA pada masa sekarang adalah mutlak bagi semua warga negara. Terutama hidup di kota besar seperti Anda. Karena tantangan masa depan makin banyak, maka dibutuhkan manusia Indonesia yang berkualitas. Membantu orang tua memang harus, namun mungkin disayangkan jika orang seperti Anda yang tergolong akan meninggalkan SMA”.

10. Mengarahkan (Directing)

Yaitu teknik untuk mengajak dan mengarahkan klien melakukan sesuatu. Misalnya menyuruh klien untuk bermain peran dengan konselor atau menghayalkan sesuatu.

Klien : ” Ayah saya sering marah-marah tanpa sebab. Saya tak dapat lagi menahan diri. Akhirnya terjadi pertengkaran sengit.”
Konselor : ” Bisakah Anda mencobakan di depan saya, bagaimana sikap dan kata-kata ayah Anda jika memarahi Anda.”

11. Menyimpulkan Sementara (Summarizing)

Yaitu teknik untuk menyimpulkan sementara pembicaraan sehingga arah pembicaraan semakin jelas. Tujuan menyimpulkan sementara adalah untuk : (1) memberikan kesempatan kepada klien untuk mengambil kilas balik dari hal-hal yang telah dibicarakan; (2) menyimpulkan kemajuan hasil pembicaraan secara bertahap; (3) meningkatkan kualitas diskusi; (4) mempertajam fokus pada wawancara konseling. Contoh :

” Setelah kita berdiskusi beberapa waktu alangkah baiknya jika simpulkan dulu agar semakin jelas hasil pembicaraan kita. Dari materi materi pembicaraan yang kita diskusikan, kita sudah sampai pada dua hal: pertama, tekad Anda untuk bekerja sambil kuliah makin jelas; kedua, namun masih ada hambatan yang akan hadapi, yaitu : sikap orang tua Anda yang menginginkan Anda segera menyelesaikan studi, dan waktu bekerja yang penuh sebagaimana tuntutan dari perusahaan yang akan Anda masuki.”
Sumber:

Sofyan S. Willis. 2004.Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta

H.M. Arifin. 2003. Teori-Teori Konseling Agama dan Umum. Jakarta. PT Golden Terayon Press.

Sugiharto.(2005. Pendekatan dalam Konseling (Makalah). Jakarta : PPPG

Lesmana, J.M. 2005. Dasar-dasar Konseling. Jakarta : UI-Press
May Rollo.2003. The Art of Counseling. New Jersey : Prentice Hall, Inc
Prayitno. 2005. Layanan Konseling Perorangan. Padang : FIP Universitas Negeri Padang
Read More

Hati-hati, Stiker Keluarga di Mobil Bisa Membahayakan Keluarga Anda!

Akhir-akhir di Jakarta pengguna mobil banyak yang menempelkan stiker keluarga mereka di kaca belakang mobil. Mungkin sekilas stiker yang menunjukkan anggota keluarga terlihat begitu unik dan lucu, serta menggambarkan keluarga yang harmonis.

Namun, tren di kalangan pengguna mobil yang menempelkan stiker keluarga pada kaca belakangnya, disebut-sebut bisa menimbulkan niat jahat sang pelaku. Karena di situ berisi informasi jumlah anggota keluarga dan gambaran anak-anak yang ada dalam keluarga tersebut.


Namun apakah semua pengguna mobil menyadari potensi bahaya pada pemasangan stiker keluarga ini? Ternyata tidak, kebanyakan hanya mengatakan hal tersebut ingin menggambarkan sebuah keluarga yang harmonis dan sekedar ikut-ikutan tren yang lagi booming ini.

Namun tahukah Anda stiker tersebut bisa membahayakan Anda sebagai pengendara dan keluarga Anda sebagai penumpang.

Karena Anda sebagai pengendara jelas memberitahukan kepada penjahat informasi mengenai jumlah keluarga Anda, nama anak dan mungkin tempat anda bekerja. Tidak sampai disitu, jika ada seorang penculik anak yang ingin mengetahui berapa jumlah anak yang Anda. Tentu hal ini sangat mudah untuk penculik untuk mengetahui berapa jumlah anak yang Anda miliki. Dan tentu masih banyak lagi kejahatan yang bisa saja terjadi, karena Anda memberitahukan informasi keluarga Anda begitu transparan.

Kepolisian di Amerika pun menyarankan orangtua untuk tidak memasang lagi stiker keluarga. Intinya jangan memberi penjahat informasi yang gratis mengenai keluarga Anda. (ZF / berbagai sumber).

sumber : http://www.psychoshare.com/file-2017/psikologi-anak/2017.html
Read More